
Victoria Care Angkat Rahayu Saraswati sebagai Wakil Komisaris Utama
13 menit yang lalu
Program pembelajaran digital menyasar sekitar 18.000 ASN dan menyediakan 18 materi dengan total 36 jam pelajaran.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara mendorong pengembangan kompetensi aparatur sipil negara melalui program pembelajaran digital ASN Baku Beking Pande YSK-Victory. Menurut laporan ANTARA Manado, Sekretaris Daerah Sulawesi Utara Tahlis Gallang menyebut upaya itu ditujukan untuk meningkatkan profesionalisme ASN dan kualitas pelayanan publik.
Tahlis menyampaikan hal tersebut di Manado, Kamis (29/10/2026). Program tersebut diluncurkan oleh Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Utara.
Menurut Tahlis, pemerintah provinsi mendorong pembelajaran yang adaptif, fleksibel, dan berbasis digital. Ia menilai akses belajar yang lebih luas dan berkelanjutan diperlukan untuk mendukung peningkatan kompetensi aparatur.
Program itu dirancang untuk menjangkau sekitar 18.000 pegawai di lingkungan Pemprov Sulut. Pemerintah berharap setiap ASN dapat memenuhi kewajiban pengembangan kompetensi minimal 20 jam pelajaran setiap tahun.
Kepala BPSDM Sulut Franky Tintingon mengatakan sebagian ASN belum memperoleh kesempatan pengembangan kompetensi secara optimal. Ia mengaitkan kondisi itu, antara lain, dengan terbatasnya anggaran untuk pelatihan konvensional.
Tintingon menjelaskan pembelajaran digital diharapkan membantu mengatasi keterbatasan tersebut. Ia mengatakan ASN hanya memerlukan waktu, telepon pintar, dan kuota.
Pada tahap awal, BPSDM Sulut menyediakan 18 materi pembelajaran digital dengan total 36 jam pelajaran. Setiap materi berbobot dua jam pelajaran, dan peserta yang menuntaskan seluruh rangkaian berkesempatan memenuhi bahkan melampaui batas minimal tahunan.
Materi pembelajaran mencakup bacaan, video, pelatihan, serta kuis untuk mengevaluasi pemahaman peserta. Program tersebut juga dimaksudkan untuk memperluas kesempatan belajar sekaligus menjawab keterbatasan anggaran pelatihan.