
Mukhtarudin Ajak Daerah Perluas Sosialisasi SMK Go Global
11 menit yang lalu
Rumah sementara dibangun setelah gempa merusak ratusan rumah dan membuat lebih dari 12.000 warga mengungsi.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, warga terdampak gempa di wilayah Baqen, Xizang, China, mulai pindah dari tenda ke rumah prefabrikasi pada Minggu (25/10/2026). Gempa bermagnitudo 7,0 itu merusak rumah mereka.
Gempa terjadi pada Kamis (22/10/2026) di wilayah Baqen, Daerah Otonom Xizang, China barat daya. Wilayah yang menjadi pusat gempa tersebut berada pada ketinggian hampir 4.800 meter di atas permukaan laut.
Otoritas setempat mencatat 16 orang meninggal dan 76 lainnya terluka. Lebih dari 12.000 warga dievakuasi, sementara 339 rumah dan 20 kandang ternak rusak atau hancur.
Menghadapi musim dingin menjadi perhatian bagi warga yang mengungsi. Pasokan bantuan dikirim bertahap ke wilayah terdampak untuk membantu kebutuhan para pengungsi menghadapi cuaca dingin.
Hingga pukul 11.00 waktu setempat pada 24 Oktober, sebanyak 52.450 barang atau paket bantuan telah dikirim ke zona gempa. Bantuan itu mencakup 4.651 tenda, 2.000 rumah prefabrikasi, 11.772 tempat tidur lipat, dan 5.715 selimut.
Tenda pertama didirikan dalam waktu lima jam setelah gempa. Hingga Jumat (23/10/2026), seluruh warga terdampak telah berpindah ke penampungan sementara berupa tenda.
Pembangunan rumah yang lebih kokoh dan hangat dilakukan oleh tim konstruksi dan petugas kelistrikan. Sebanyak 60 unit pertama selesai pada 25 Oktober pukul 02.10 waktu setempat, dan listrik tersambung pada pukul 20.00 hari itu.
Warga mulai menempati unit baru, membersihkan kamar, dan menata perabotan. Zhang Xuhui, salah seorang kepala tim konstruksi di China Railway, mengatakan, "Semua rumah prefabrikasi dilengkapi dengan cerobong asap untuk tungku, dan kami harus memastikan para penghuni dapat tetap hangat sepanjang musim dingin."