
Prabowo Salurkan Rp40 Miliar untuk Karhutla Jambi
9 menit yang lalu
Pertemuan bilateral berlangsung saat Indonesia mengurangi ekspor gas ke Singapura, isu yang disebut tidak akan memicu konflik.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Menteri Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menerima Menteri Luar Negeri Singapura Vivian Balakrishnan untuk pertemuan bilateral di Jakarta, Selasa (27/10/2026).
Pertemuan berlangsung di Gedung Pancasila, Kementerian Luar Negeri RI. Arrmanatha menyambut kedatangan Vivian sebelum keduanya memasuki gedung.
ANTARA melaporkan, setelah mengisi buku tamu dan berfoto bersama, kedua menteri melanjutkan pertemuan tertutup. Mereka dijadwalkan membahas hubungan bilateral dan perhatian bersama, lalu menyampaikan pernyataan pers bersama.
Pertemuan itu berlangsung di tengah dinamika hubungan kedua negara terkait sektor energi. Kepala SKK Migas Djoko Siswanto sebelumnya mengumumkan Indonesia mulai mengurangi ekspor gas ke Singapura pada Sabtu (24/10/2026).
Dalam pernyataan di Jakarta pada Jumat (23/10/2026), Djoko mengatakan, “Kita kurangi ekspor gas ke Singapura. Dari Natuna 15 BBTUD, dari Sumatera 16 BBTUD,” menurut laporan ANTARA.
Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi Bahlil Lahadalia menyatakan pada Senin (26/10/2026) bahwa pengurangan pasokan masih berada dalam batas minimum yang diatur dalam kontrak. Karena itu, menurut Bahlil, tidak ada kesepakatan yang dilanggar.
Ketua Dewan Ekonomi Nasional Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan pada Selasa (27/10/2026) bahwa pemangkasan ekspor gas tersebut tidak akan menimbulkan konflik antara Indonesia dan Singapura. Ia menyebut keputusan itu telah dipertimbangkan Bahlil dan Indonesia perlu memprioritaskan kepentingan nasional.
Luhut mengatakan, “Sebenarnya kita ngapain berkelahi sama Singapura, kan enggak ada juga,” menurut laporan yang sama.