
MUI Ingatkan Ancaman Ruang Digital bagi Anak
14 menit yang lalu
Petani anggota MPA menyelamatkan bayi surili saat karhutla Ciremai dan mempertemukannya kembali dengan induknya.
Terbit · 2 min read

Petani anggota Masyarakat Peduli Api (MPA) Padabeunghar Silihwangi Majakuning, Darsa alias Dodo (51), menyelamatkan seekor bayi surili yang terpisah dari induknya saat kebakaran hutan dan lahan melanda kawasan Puncak Dulang, Gunung Ciremai, Jawa Barat.
Menurut laporan CNN Indonesia, Dodo tidak hanya menyelamatkan bayi primata endemik itu dari kebakaran. Ia juga menemukan induknya dan mempertemukan kembali keduanya di habitat asal.
Dodo menemukan bayi surili dalam kondisi lemas di dahan pohon yang terbakar pada Kamis (22/10/2026) sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu api masih membakar hutan di ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), seperti dikutip CNN Indonesia dari detikJabar.
Dodo membawa bayi surili itu menjauh dari titik kebakaran dan menempatkannya di tenda sementara yang lebih aman. Bayi tersebut diduga telah banyak menghirup asap sehingga perlu dirawat hingga kondisinya membaik, dan pada Jumat (23/10/2026) pagi ia mulai pulih serta kembali mengeluarkan suara.
Setelah membantu memadamkan api dan membuat sekat bakar, Dodo bersama relawan lain berupaya mencari induk bayi surili tersebut. Pencarian pertama dilakukan pada Jumat (23/10/2026) sekitar pukul 07.00 WIB dengan menyusuri hutan sejauh sekitar 500 meter di lahan yang masih menyisakan bara api, tetapi induknya belum ditemukan sehingga bayi itu dibawa kembali ke tenda.
Sekitar pukul 10.00 WIB, Dodo kembali mencari dengan menyusuri zona inti Gunung Ciremai yang belum terbakar. Setelah berjalan sekitar 300 meter dari lokasi penemuan bayi, ia akhirnya menemukan induknya.
Selama pencarian, bayi surili itu terus mengeluarkan suara, yang menurut Dodo menjadi petunjuk bahwa induknya berada tidak jauh. Dalam pertemuan tersebut, Dodo juga menemukan sekitar 15 ekor surili yang berada bersama induk bayi itu.
Dodo menyampaikan dugaannya tentang alasan bayi surili itu ditinggal. "Kondisinya sudah terbakar, jadi kenapa si anakan surili ini ditinggal. Jadi induknya itu mungkin kena asap, jadi kacau ditinggal pada lari masuk ke zona inti yang belum terbakar. Beruntung kami sudah buat sekat bakar, jadi api kemungkinan nggak masuk ke zona inti. Ada sekitar 15 ekor tuh ada. Karena memang itu habitat surili," tutur Dodo.
Ia menduga kelompok primata itu menyelamatkan diri dari kebakaran dengan berpindah ke zona inti yang belum terdampak api.