
Danantara Bahas Model Bisnis Koperasi Merah Putih
11 menit yang lalu
Peninjauan empat jalur SUTT menjadi tahap akhir verifikasi lapangan untuk mendukung penerbitan dokumen penetapan lokasi.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan Manado Post, PT PLN (Persero) Unit Induk Pembangunan Sulawesi bersama Pemerintah Kabupaten Toli-Toli meninjau patok titik rencana pembangunan Saluran Udara Tegangan Tinggi (SUTT) 150 kV. Peninjauan berlangsung pada Rabu (14/10/2026).
Kegiatan itu mencakup jalur SUTT 150 kV Tambu-Bangkir, Bangkir Incomer, Moutong-Tolitoli, dan Tolitoli-Leok. Peninjauan dilakukan di lokasi rencana pembangunan di Kabupaten Toli-Toli.
Menurut laporan yang sama, kegiatan tersebut menjadi tahap akhir verifikasi lapangan untuk mendukung penerbitan dokumen Penetapan Lokasi oleh Pemkab Toli-Toli. Sejumlah perangkat daerah turut terlibat, termasuk bagian yang menangani sumber daya alam, hukum, pekerjaan umum dan penataan ruang, lingkungan hidup, perencanaan pembangunan, serta perhubungan.
Kepala Sub Bagian Sumber Daya Alam Kabupaten Toli-Toli, Afandi, menyatakan dukungan terhadap tahapan pembangunan itu. Ia mengatakan peninjauan diperlukan untuk memastikan rencana jaringan listrik selaras dengan tata ruang dan potensi sumber daya alam daerah.
Afandi juga menyebut Pemkab Toli-Toli berkomitmen mengawal penyiapan dokumen penetapan lokasi agar berjalan sesuai aturan. Menurutnya, pasokan listrik yang kuat dan stabil dapat mendukung perekonomian warga, industri lokal, dan pemanfaatan potensi daerah.
Senior Manager Perizinan, Pertanahan, dan Komunikasi PLN UIP Sulawesi, Henry Donald Mangatas Silaen, mengapresiasi kerja sama pemerintah kabupaten dan perangkat daerah terkait. Ia menyebut sinergi tersebut penting agar proyek berjalan tepat waktu dengan memperhatikan lingkungan dan masyarakat.
Donald mengatakan pembangunan empat jalur SUTT itu ditujukan untuk memperkuat keandalan sistem kelistrikan dan mendukung investasi di Toli-Toli. Ia berharap dokumen penetapan lokasi segera terbit agar pembangunan fisik dapat dimulai.
Menurut laporan yang sama, peninjauan patok titik pembangunan juga dimaksudkan untuk memastikan batas pembangunan diperhitungkan dengan aman, memperhatikan aspek lingkungan, dan meminimalkan dampak sosial. Penguatan jaringan interkoneksi itu diharapkan meningkatkan keandalan listrik di Sulawesi Tengah.