
PBNU Dorong Perlindungan Guru Usai Dugaan Penganiayaan
9 menit yang lalu
Pemprov Kalbar meminta distribusi BBM bersubsidi lancar dan mendesak percepatan perbaikan PLTU Bengkayang.
Terbit · 1 min read

Gubernur Kalimantan Barat Ria Norsan menyoroti keluhan warga mengenai kelangkaan BBM bersubsidi dan pemadaman listrik bergilir di Kalimantan Barat. Menurut laporan CNN Indonesia, ia menyatakan pemerintah provinsi telah menggelar rapat koordinasi untuk membahas kedua persoalan tersebut.
Rapat itu melibatkan Pertamina Kalbar, General Manager PLN Kalbar, Direktur AKR, Dinas ESDM, Dinas Perhubungan, serta jajaran Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat.
Rapat tersebut berfokus pada kelancaran distribusi BBM bersubsidi dan percepatan penanganan pemadaman listrik yang mengganggu aktivitas masyarakat.
Dalam keterangannya yang diunggah di akun Instagram @rianorsan.id, Norsan mengatakan, “Kami menekankan pentingnya pemerataan dan kelancaran distribusi BBM bersubsidi, baik untuk masyarakat di wilayah pehuluan maupun nelayan di kawasan pesisir.”
Norsan menyebut kawasan Kakap sebagai salah satu wilayah pesisir yang membutuhkan pasokan BBM untuk mendukung kegiatan nelayan. Menurutnya, Pertamina dan AKR berkomitmen mencari solusi agar pasokan solar dan BBM bersubsidi kembali lancar serta tepat sasaran.
Rapat itu juga membahas pemadaman listrik bergilir selama dua jam yang dikeluhkan warga. Norsan mengatakan PLN menyampaikan pemadaman berkaitan dengan perbaikan dan pemeliharaan PLTU Bengkayang, yang diperkirakan memerlukan waktu hingga 54 hari.
Pemerintah provinsi mendesak PLN mempercepat pemeliharaan tersebut agar gangguan listrik tidak terus menghambat aktivitas masyarakat dan perekonomian daerah. “Pemprov Kalbar mendesak agar proses pemeliharaan ini dipercepat semaksimal mungkin agar tidak mengganggu aktivitas dan perekonomian warga,” ujar Norsan.
Norsan mengatakan pemerintah provinsi akan terus berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mengawal penanganan distribusi BBM dan gangguan kelistrikan. Pemerintah daerah berharap upaya itu membantu memulihkan pasokan BBM bersubsidi serta mengurangi dampak pemadaman terhadap kehidupan masyarakat.