
Kemnaker Perkuat Perencanaan Pengawasan Kerja
16 menit yang lalu
Koperasi didorong memperkuat pengolahan dan pemasaran susu kambing agar manfaat ekonomi lebih besar bagi peternak.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Pertanian Muhammad Saleh Mustafa mendorong pengembangan hilirisasi susu kambing melalui koperasi di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Menurut laporan ANTARA, dorongan itu disampaikan saat peresmian unit pengolahan susu kambing milik Koperasi Produsen Rojo Koyo Utomo.
Peresmian unit tersebut menjadi salah satu upaya meningkatkan nilai tambah hasil peternakan dan memperkuat posisi tawar peternak. Menurut laporan yang sama, waktu kejadian tidak dirinci; keterangan Saleh dikonfirmasi di Semarang pada Jumat (30/10/2026).
Saleh mengatakan pembangunan fasilitas pengolahan perlu diikuti kepastian pasar dan pengelolaan usaha yang baik. Ia menekankan pemasaran perlu diperhatikan sejak awal, seiring penguatan produksi dan pengolahan.
Ia mendorong koperasi memperkuat hubungan langsung dengan pembeli utama dan memangkas rantai distribusi. Menurut laporan yang sama, koperasi juga dapat mengupayakan pengadaan sarana produksi bersama serta membentuk divisi pembelian.
Saleh menilai inisiatif koperasi perlu ditopang tata kelola yang baik, keterbukaan, dan kesungguhan mengembangkan usaha. Ia berharap pengembangan peternakan tidak berhenti pada peningkatan kapasitas pengolahan, tetapi membentuk usaha susu yang berkelanjutan dengan pasokan, mutu, dan pasar yang terjaga.
Bupati Magelang Grengseng Pamuji mengatakan pertanian dan peternakan merupakan bagian penting kehidupan masyarakat serta penopang ketahanan pangan. Ia mendorong pengembangan agribisnis terintegrasi dari hulu hingga hilir, termasuk pengolahan, penguatan kelembagaan, dan pemasaran.
Pemerintah Kabupaten Magelang mendukung koperasi tersebut dengan menyediakan peralatan pengolahan. Grengseng juga mengapresiasi konsultasi akademik dari Universitas Gadjah Mada dan berharap inisiatif serupa berkembang di daerah itu.
Dalam kegiatan tersebut, diserahkan sertifikat halal dan Nomor Kontrol Veteriner, serta disampaikan cara budi daya ternak yang baik. Acara juga mencakup demonstrasi aplikasi TUMRAPE, yang digunakan untuk mendata ternak beserta informasi produktivitas, kesehatan, dan riwayat keturunannya.