
DKI Perkuat Pencegahan Kekerasan di 44 Kecamatan
13 menit yang lalu
Tahlis Gallang menyoroti pentingnya data terpadu dan kelestarian ekosistem untuk pengelolaan laut.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA Manado, Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara menyebut sektor kelautan dan perikanan sebagai pilar perekonomian daerah serta penyangga kesejahteraan masyarakat pesisir. Pernyataan itu disampaikan Sekretaris Daerah Sulawesi Utara Tahlis Gallang di Manado, Rabu (4/11/2026).
Tahlis mengatakan pemanfaatan sumber daya laut perlu berjalan selaras dengan upaya menjaga kesehatan dan kelestarian ekosistem bahari. Ia menyampaikan, data yang akurat, terstandar, dan dapat dipertanggungjawabkan diperlukan untuk mendukung keseimbangan tersebut.
Menurut laporan yang sama, Tahlis menyebut data menjadi dasar dalam berbagai tahap pembangunan. Tahapan itu meliputi perencanaan kebijakan, pengaturan pemanfaatan kawasan, pengawasan lapangan, hingga evaluasi dampak pembangunan ekonomi biru.
Ia menjelaskan data kelautan dan perikanan masih tersebar di berbagai instansi, lembaga penelitian, mitra, dan kelompok masyarakat. Pemetaan data itu, menurutnya, perlu diselaraskan karena mencakup beragam format, definisi, dan mekanisme pemutakhiran.
Tahlis menilai koordinasi dan keterhubungan data lintas sektor diperlukan untuk membangun informasi kelautan yang utuh dan terpadu.
Ia juga menyebut Sulawesi Utara memiliki potensi kelautan dan perikanan yang melimpah. Wilayah lautnya menopang perikanan tangkap dan budi daya, kawasan konservasi perairan, serta potensi pesisir dan pulau-pulau kecil.
Produksi perikanan tangkap Sulawesi Utara tercatat lebih dari 370 ribu ton pada 2025 dan menunjukkan tren kenaikan, menurut laporan yang sama. Komoditas yang disebut sebagai penopang produksi antara lain tuna, cakalang, tongkol, dan malalugis.