
Lima Alternatif Pemanis Selain Stevia
8 menit yang lalu
IHSG diperkirakan bergerak terbatas, dengan risiko penurunan dan sejumlah level teknikal yang menjadi perhatian analis.
Terbit · 1 min read

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diproyeksikan melemah pada perdagangan Kamis (5/11/2026), meski pergerakannya diperkirakan cenderung mendatar selama perdagangan. Menurut laporan CNN Indonesia, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana menilai indeks masih berpotensi turun ke area 4.763-4.807.
Herditya menyebut IHSG telah mencapai target koreksi minimal sebelumnya. Dalam riset hariannya, ia menyatakan posisi IHSG diperkirakan masih berada pada gelombang (v) dari gelombang [v], dengan area koreksi berikutnya di rentang 4.763-4.807.
Untuk perdagangan hari itu, Herditya memproyeksikan level penopang IHSG di 4.847 dan 4.763, serta level hambatan di 5.143 dan 5.247. Ia merekomendasikan saham CPIN, ENRG, ICBP, dan UNVR.
Analis Mirae Asset Sekuritas Indonesia Nafan Aji juga memperkirakan IHSG masih berada dalam fase pemulihan sementara setelah penurunan, dengan risiko pelemahan lanjutan.
Menurut laporan yang sama, Nafan menilai sinyal negatif indikator teknikal dan penurunan volume perdagangan turut membayangi indeks. Ia menyebut pergerakan IHSG membentuk pola pemulihan sementara setelah sebelumnya menunjukkan pola lilin yang mengindikasikan penguatan. Indikator Stochastics K_D dan RSI masih memberikan sinyal negatif, disertai volume perdagangan yang menurun.
Nafan memproyeksikan level penopang IHSG pada 4.777 dan 4.697, serta level hambatan pada 5.036 dan 5.116. Saham yang direkomendasikannya adalah ANTM, BRIS, dan INDF.
Pada penutupan perdagangan Rabu (4/11/2026), IHSG berada di level 4.919, naik 15,48 poin atau 0,32 persen dari penutupan sebelumnya. Mengutip RTI Infokom, nilai transaksi tercatat Rp10,65 triliun dengan volume 26,63 miliar saham; sebanyak 190 saham menguat, 439 melemah, dan 88 stagnan.