
ANTARA: Suhu Air Tak Menentukan Hidrasi
13 menit yang lalu
Program pertanian perkotaan ditujukan untuk mendukung ketahanan pangan, sementara dampaknya terhadap harga pasar belum dipastikan.
Terbit · 2 min read

Pemerintah Kota Surabaya menanam 4.100 bibit cabai di 2.050 polibag pada lahan bekas tanah kas desa di Jambangan, Jawa Timur. Menurut laporan ANTARA, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mengembangkan pertanian perkotaan di tengah kenaikan harga cabai.
Laporan ANTARA yang terbit Rabu (4/11/2026) menyebut, BPS mencatat harga cabai merah pada pekan keempat Oktober naik 23,47 persen dibandingkan September 2026, sedangkan cabai rawit meningkat 12,49 persen. Harga rata-rata nasional cabai rawit tercatat Rp88.642 per kilogram, melampaui batas atas Harga Acuan Penjualan sebesar Rp57.000 per kilogram.
Di Jawa Timur, cabai merah menyumbang 0,05 persen terhadap inflasi bulanan Oktober 2026 dan cabai rawit 0,02 persen, menurut BPS Jawa Timur sebagaimana diberitakan ANTARA. Laporan itu juga menyebut sebagian besar wilayah provinsi tersebut belum memasuki musim hujan hingga Oktober 2026, sementara keterbatasan air dan cuaca kurang mendukung memengaruhi tanaman dan pasokan.
Pemkot Surabaya melibatkan Institut Teknologi Sepuluh Nopember untuk mengembangkan teknologi budidaya yang diharapkan membuat tanaman lebih tahan terhadap hama dan hasil panen tidak mudah membusuk. Panen di Jambangan ditargetkan mulai Desember 2026.
Program Surabaya Urban Farming Competition 2026 juga mendorong penanaman cabai rawit dan bawang merah melalui kelompok tani, lingkungan RT/RW, serta Kampung Pancasila. Hingga akhir Oktober 2026, kegiatan itu melibatkan 462 peserta dari 231 RW atau 92,4 persen dari target awal 250 RW.
ANTARA melaporkan, BMKG memperkirakan awal musim hujan 2026/2027 mundur di 529 zona musim, yang mencakup 61,08 persen luas daratan Indonesia. Badan Pangan Nasional juga mengingatkan permintaan cabai cenderung meningkat menjelang akhir tahun.
Besarnya dampak pertanian perkotaan terhadap harga pasar belum dapat dipastikan. Informasi mengenai perkiraan total produksi peserta, kebutuhan cabai harian Surabaya, dan porsi pasokan yang dapat dipenuhi dari kegiatan tersebut belum tersedia dalam informasi program yang dipublikasikan.
Laporan yang sama menyebut hasil panen bergantung pada tanaman yang bertahan, produktivitas, waktu panen, dan perawatan. Pertanian perkotaan dapat membantu konsumsi rumah tangga dan menjadi penyangga pasokan, tetapi Surabaya tetap memerlukan distribusi dari sentra produksi.