
Baznas dan AVPN Perkuat Sinergi Filantropi
18 menit yang lalu
Penyusutan air waduk pada 2026 menampakkan kembali permukiman dan makam yang sebelumnya terendam.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNNIndonesia.com, kekeringan panjang yang dikaitkan dengan fenomena El Niño pada 2026 menyusutkan sumber air di sejumlah wilayah Indonesia. Turunnya permukaan air waduk membuat sisa permukiman, jalan, bangunan, dan makam yang sebelumnya terendam kembali terlihat.
Laporan tersebut menyebut kemunculan itu terjadi di Kampung Somang di Kabupaten Lebak, Banten; kawasan sekitar Waduk Jatigede di Kabupaten Sumedang, Jawa Barat; serta Kelurahan Wuryantoro di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. Waktu kemunculannya berbeda di setiap lokasi.
Di Kampung Somang, penyusutan air Bendungan Karian menampakkan kembali sisa permukiman yang dahulu padat penduduk. Warga mulai meninggalkan kampung itu sejak 2023 untuk proses penggenangan waduk, sementara bangunannya tidak dihancurkan secara total.
Di kawasan Waduk Jatigede, penggenangan dilakukan pada 31 Agustus 2015 setelah pembangunan waduk membuat warga meninggalkan sejumlah permukiman. Pada 5 September 2026, turunnya permukaan air menampakkan kembali jalan beraspal, lahan, dan reruntuhan bangunan.
Menurut laporan yang sama, garis tepian Waduk Jatigede mundur sekitar 300 meter saat air menyusut. Permukiman, jalan, dan lahan di kawasan itu sebelumnya berada di bawah permukaan waduk.
Waduk Gajah Mungkur dibangun pada 1976–1980 di kawasan yang sebelumnya mencakup permukiman di 51 desa dan tujuh kecamatan. Penduduk meninggalkan tempat tinggal mereka; sebagian mengikuti program transmigrasi atau bedol desa.
Pada 9 September 2026, puluhan makam kuno di Kelurahan Wuryantoro, Kecamatan Wuryantoro, kembali terlihat setelah permukaan Waduk Gajah Mungkur menyusut. Makam-makam itu biasanya muncul pada musim kemarau dan terendam kembali saat musim hujan.
Menurut laporan yang sama, kemunculan makam pada 2026 baru terlihat pada September, lebih lambat dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Sisa permukiman dan makam yang muncul kembali mengingatkan pada kawasan yang dahulu berada di sekitar waduk.