
Bappebti Catat Transaksi Emas Rp347,65 Triliun
16 menit yang lalu
Helikopter disiagakan untuk pemadaman udara, patroli, pemantauan titik api, dan mobilisasi personel.
Terbit · 1 min read

TNI Angkatan Udara (TNI AU) menyiagakan lima helikopter untuk menangani kebakaran hutan dan lahan di sejumlah wilayah Indonesia. Menurut laporan ANTARA, Kepala Dinas Penerangan TNI AU Marsekal Pertama TNI Feri Yunaldi mengatakan helikopter itu digunakan untuk pemadaman dan dukungan operasi di lapangan.
Penyiagaan telah berlangsung selama beberapa hari hingga Kamis (29/10/2026). Helikopter dikerahkan di Ibu Kota Nusantara (IKN), Gunung Ciremai di Jawa Barat, Gunung Lawu di Jawa Tengah, dan tempat pembuangan akhir Galuga di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Feri mengatakan helikopter menjalankan pemadaman dari udara, patroli, pemantauan titik api, serta mobilisasi personel ke lokasi yang sulit dijangkau melalui jalur darat.
Di IKN, Kalimantan Timur, helikopter H225M Caracal dari Skadron Udara 8 melaksanakan patroli udara dan pemadaman menggunakan bom air di kawasan terdampak. Helikopter itu dilengkapi wadah air berkapasitas sekitar 2.000 liter.
Menurut laporan yang sama, Caracal juga dikerahkan untuk memadamkan titik api di medan terjal Gunung Ciremai. Sementara itu, helikopter NAS-332 Super Puma dari Skadron Udara 6 disiagakan untuk mendukung penanganan kebakaran di Gunung Lawu.
Di Gunung Lawu, Super Puma menjalankan satu misi penerbangan dengan dua kali penumpahan air, dengan total sekitar 4.000 liter.
Untuk kebakaran di TPA Galuga, Feri mengatakan Super Puma melaksanakan dua misi penerbangan dan 18 kali penumpahan air, dengan total sekitar 54.000 liter.
Feri menyatakan helikopter-helikopter tersebut masih dikerahkan dalam operasi pemadaman. Ia mengatakan pengerahan akan berlanjut hingga kebakaran di wilayah-wilayah itu berhasil dipadamkan.