
DAHANA Paparkan Transformasi Bisnis di IMARC 2026
9 menit yang lalu
Keluarga, sekolah, dan masyarakat dinilai berperan dalam menjaga penggunaan Bahasa Sasak dan mengembangkannya sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat Indah Dhamayanti Putri menekankan peran keluarga dalam melestarikan Bahasa Sasak dengan membiasakan penggunaannya kepada generasi muda.
Indah menyampaikan hal itu dalam Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Mataram, Nusa Tenggara Barat, Rabu (28/10/2026).
"Menyelamatkan Bahasa Sasak sesungguhnya merupakan bagian dari upaya kami menjaga kekayaan budaya dunia," ujarnya.
Indah mengatakan pembelajaran Bahasa Sasak melalui muatan lokal telah diterapkan di berbagai jenjang pendidikan. Menurut dia, upaya tersebut perlu diperkuat dengan penggunaan bahasa Sasak di lingkungan keluarga.
Ia menyebut bahasa sebagai sarana pewarisan nilai, adat istiadat, dan pengetahuan lokal, selain sebagai alat komunikasi. Menurut Indah, pelestarian bahasa berkaitan dengan penjagaan identitas dan kekayaan budaya masyarakat.
Indah juga mengatakan masyarakat Sasak telah melahirkan tokoh-tokoh yang berkontribusi pada pembangunan daerah maupun nasional. Ia menilai penguatan bahasa dan budaya perlu berjalan seiring dengan kemajuan masyarakat.
Majelis Adat Sasak menilai pelestarian Bahasa Sasak memerlukan perubahan dalam tata kehidupan masyarakat agar bahasa itu tidak hanya digunakan untuk komunikasi sehari-hari, tetapi juga berkembang sebagai bahasa ilmu pengetahuan.
Ketua Majelis Adat Sasak Lalu Sajim Sastrawan mengatakan berkurangnya penggunaan Bahasa Sasak berpotensi menghilangkan kekayaan kosakata daerah. Jumlah penuturnya diperkirakan sekitar 2,2 juta jiwa.
Sajim menilai upaya pelestarian perlu dilakukan secara berkelanjutan melalui keluarga, lembaga pendidikan, dan masyarakat. Ia menyatakan Bahasa Sasak hendak dikembangkan sebagai bahasa ilmu pengetahuan dan diajarkan di pendidikan dasar, menengah, hingga perguruan tinggi.