
Kemdiktisaintek Gelar Konvensi Integritas Jurnal
12 menit yang lalu
Peningkatan keterampilan dinilai dapat membantu desa mengembangkan potensi dan memperluas akses pasar.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Ahmad Riza Patria menilai peningkatan kapasitas sumber daya manusia di desa penting untuk mempercepat pembangunan desa.
Riza menyampaikan hal itu setelah membuka Indonesia Village Expo 2026 di Kota Batu, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). Dalam kesempatan tersebut, ia mengatakan kualitas SDM yang meningkat dapat membantu menggali potensi desa.
“Masyarakat desa harus mempersiapkan agar apa yang menjadi unggulan di desanya bisa diekspor. Kalau sudah begitu, pembangunan desa, ekonomi, dan kesejahteraan cepat terwujud,” kata Riza.
Ia menyebut potensi desa mencakup pertanian, perkebunan, perikanan, hasil hutan, dan ekonomi kreatif. Menurutnya, pengembangan potensi itu memerlukan pemahaman serta keterampilan untuk membuka akses pasar nasional maupun internasional.
Riza juga mengatakan masyarakat perlu membangun perilaku yang tertib dan disiplin, menerapkan standar tinggi, serta memiliki etos kerja yang lebih profesional. Ia menilai Indovex dapat dimanfaatkan pelaku usaha desa untuk membangun jaringan dan mempromosikan potensi daerah.
Menurut laporan ANTARA, Riza menyebut pameran tersebut menampilkan produk badan usaha milik desa, usaha mikro, kecil, dan menengah, serta koperasi desa, khususnya dari Kota Batu dan Jawa Timur.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Jawa Timur Budi Sarwoto mengatakan pemerintah provinsi berfokus pada pembangunan ekonomi desa. Ia menyebut bantuan permodalan lebih dari Rp85 miliar telah diberikan kepada 1.001 badan usaha milik desa.
Budi juga menyampaikan bahwa 313 desa dijadikan Desa Devisa melalui kolaborasi sejumlah dinas di Jawa Timur. Data Biro Organisasi Jawa Timur yang dikutip ANTARA mencatat provinsi itu memiliki 4.716 Desa Mandiri dari total 7.721 desa pada 2025, naik dari 4.019 desa pada 2024.
Menurut laporan yang sama, jumlah tersebut setara dengan 23 persen dari total 20.503 Desa Mandiri secara nasional. Budi mengatakan upaya bersama pemangku kepentingan perlu diteruskan agar kesenjangan kemiskinan di perkotaan dan perdesaan menyempit.