
WCCE 2026 Hasilkan Tiga Inisiatif Ekonomi Kreatif
11 menit yang lalu
Benjamin menekankan penanganan kontak erat pasien TBC dan menyebut cek kesehatan gratis dapat mendukung skrining.
Terbit · 1 min read

Wakil Menteri Kesehatan Benjamin Paulus Octavianus menekankan penanganan tuberkulosis (TBC) perlu mencakup pemeriksaan dan penanganan orang yang berkontak erat dengan pasien. Menurut laporan ANTARA, ia menyampaikan hal itu di Balai Kota Among Tani, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (23/10/2026).
Benjamin mengatakan kontak erat, termasuk orang yang tinggal serumah dengan pasien TBC, seharusnya mendapat penanganan medis secara komprehensif.
“Masalah kita adalah yang diobati hanya yang sakit dan yang (memiliki potensi) tertular tidak diperiksa,” kata dia, menurut laporan ANTARA.
Ia menyebut deteksi dini penting dalam penanggulangan TBC. Dalam laporannya, ANTARA menyatakan Benjamin mengatakan Indonesia merupakan negara dengan jumlah kasus TBC terbanyak kedua di dunia.
Benjamin menilai dokter di Indonesia memiliki kompetensi yang baik dalam menangani pasien TBC. Namun, pemeriksaan dini terhadap kontak erat, menurutnya, perlu diperkuat dan dilakukan merata di seluruh daerah untuk mencegah kasus.
Pemerintah telah menginisiasi program cek kesehatan gratis (CKG), yang menurut Benjamin dapat dimanfaatkan untuk mempercepat skrining kesehatan masyarakat dan memastikan tindak lanjut medis di fasilitas kesehatan. Pemeriksaan itu juga dapat membantu masyarakat mengetahui kondisi lain, seperti hipertensi dan diabetes.
Benjamin meminta pemerintah daerah mencontoh inovasi kesehatan Kota Batu melalui program Satu Desa Satu Dokter. Menurut Benjamin, tidak banyak daerah di Indonesia yang menerapkan program tersebut, menurut laporan yang sama.
Wali Kota Batu Nurochman mengatakan hasil skrining dalam program Satu Desa Satu Dokter perlu ditindaklanjuti dengan penanganan medis yang tepat. “Dengan begitu masyarakat segera memperoleh intervensi medis sesuai kondisinya,” kata dia.
Download the Hive app for live alerts and offline reading.