
Polda Sumsel Musnahkan Narkoba Rp21,79 Miliar
9 menit yang lalu
Menlu RI menilai perdamaian dan stabilitas penting bagi pertumbuhan ekonomi serta perdagangan global.
Terbit · 1 min read

Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir menekankan pentingnya perdamaian dan stabilitas bagi perekonomian dunia dalam sesi pleno pertama Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat. Menurut laporan CNN Indonesia, ia menyampaikan hal itu melalui akun Instagram miliknya pada Sabtu (31/10/2026).
Arrmanatha menyoroti konflik di Selat Hormuz, Laut Hitam, dan Laut Merah yang, menurutnya, mengganggu perdagangan global serta mengancam ketahanan energi dan pangan dunia. Dampaknya disebut tidak hanya dirasakan di kawasan konflik, tetapi juga meluas ke masyarakat internasional.
Ia menyatakan pemerintah Indonesia mendorong G20 berperan aktif mencegah ketegangan di perairan strategis berkembang menjadi krisis yang lebih luas. Arrmanatha menyebut dialog, deeskalasi, dan penghormatan terhadap hukum internasional, termasuk UNCLOS 1982, sebagai langkah yang perlu diperkuat.
Menurut laporan yang sama, Arrmanatha juga menilai keamanan jalur laut berkaitan dengan ketahanan pangan dunia. Ia menggambarkan laut sebagai penghubung antarbangsa, bukan pemisah.
Pertemuan tingkat menteri luar negeri negara-negara G20 itu berlangsung di Atlanta sejak Jumat (30/10/2026). CNN Indonesia melaporkan forum tersebut diwarnai ketegangan sebelum diskusi resmi dimulai.
Ketegangan disebut berkaitan dengan penolakan atas kehadiran perwakilan Rusia dalam forum. Sejumlah pejabat Eropa dikabarkan mengancam akan meninggalkan acara daripada berada dalam satu foto dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov.
Isu yang disampaikan Arrmanatha dalam pertemuan itu mencakup dampak konflik maritim terhadap perdagangan, energi, dan pangan.