
ChatGPT Simpan Data Pribadi dan Psikologis Pengguna
11 menit yang lalu
Gabungan PDRB 35 kabupaten dan kota Pantura mencapai Rp5.568,12 triliun pada 2025.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, gabungan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku dari 35 kabupaten dan kota di Pantai Utara (Pantura) Jawa mencapai Rp5.568,12 triliun pada 2025. Nilai itu setara dengan 23,37 persen dari produk domestik bruto (PDB) Indonesia pada tahun yang sama.
Wilayah yang dihitung membentang dari Kabupaten Tangerang, Banten, hingga Kabupaten Situbondo, Jawa Timur. Laporan tersebut menyebut penghitungan memakai data Badan Pusat Statistik (BPS) dan membandingkan PDRB daerah dengan PDB nasional.
Menurut laporan yang sama, PDRB ADHB 35 daerah itu tercatat Rp5.568.117,23 miliar. Sementara itu, PDB Indonesia atas dasar harga berlaku pada 2025 tercatat Rp23.821.100 miliar.
PDRB ADHB menggambarkan nilai barang dan jasa yang dihasilkan suatu daerah berdasarkan harga pada tahun berjalan. Nilai dari seluruh kabupaten dan kota dalam penghitungan kemudian dijumlahkan untuk dibandingkan dengan PDB nasional.
Pantura menghubungkan pusat industri, perdagangan, pertanian, dan logistik di sejumlah wilayah Pulau Jawa. Menurut laporan yang sama, kawasan itu memiliki sekitar 70 kawasan industri, lima kawasan ekonomi, serta sejumlah pelabuhan.
Di bagian barat, kegiatan industri mencakup baja dan petrokimia di Cilegon serta kawasan industri di Serang dan Tangerang. Aktivitas manufaktur dan otomotif juga terdapat di Bekasi dan Karawang, sementara Subang memiliki Pelabuhan Internasional Patimban dan kawasan industri Subang Smartpolitan.
Di Jawa Tengah, Batang dan Kendal memiliki kawasan ekonomi khusus yang dikembangkan untuk kegiatan manufaktur dan ekspor. Semarang menjadi pusat perdagangan, industri, dan logistik dengan dukungan Pelabuhan Tanjung Emas.
Di Jawa Timur, kegiatan industri tersebar antara lain di Tuban, Gresik, Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, dan Probolinggo. Laporan itu juga menyebut risiko banjir rob, abrasi, dan kenaikan muka air laut dapat mengganggu pabrik, pelabuhan, jalan, serta pergerakan barang.