
Afriansyah Dorong Kolaborasi Pemerintah dan Kampus
15 menit yang lalu
Sekolah di Palu dirancang menampung hingga 2.500 siswa dan saat ini memiliki 192 siswa SMP dan SMA.
Terbit · 1 min read

Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah memulai pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat Terintegrasi 20 Tadulako Nambaso di Palu. Menurut laporan ANTARA, pembangunan di Jalan Soekarno Hatta itu ditujukan untuk memperluas akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Peletakan batu pertama berlangsung di Kota Palu pada Minggu (8/11/2026). Menurut laporan yang sama, sekolah tersebut dirancang untuk menampung siswa jenjang sekolah dasar, sekolah menengah pertama, dan sekolah menengah atas.
Gubernur Sulawesi Tengah Anwar Hafid mengatakan nama Nambaso merupakan singkatan dari “Anak Miskin Bisa Sekolah”. Ia menyampaikan hal itu dalam kegiatan peletakan batu pertama.
Menurut Anwar, Sekolah Rakyat merupakan bagian dari upaya pemerintah agar keterbatasan ekonomi orang tua tidak menghalangi anak memperoleh pendidikan. Program itu juga sejalan dengan upaya pemerintah daerah meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia menyebut pembangunan sekolah tersebut selaras dengan program pemerintah pusat untuk memperluas pemerataan akses pendidikan dan mendukung pengentasan kemiskinan. Anwar juga menyampaikan apresiasi kepada Presiden Prabowo Subianto atas perhatian terhadap upaya pengentasan kemiskinan di daerah.
Sekolah itu dirancang berkapasitas 1.000 hingga 2.500 siswa. Saat ini, sekolah tersebut menampung 192 siswa, yakni 75 siswa SMP dan 117 siswa SMA; tidak ada siswa SD dalam rincian jumlah saat ini.
Kegiatan belajar dan pengasuhan para siswa masih berlangsung di gedung Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah Provinsi Sulawesi Tengah. Anwar berharap pendidikan di sekolah itu mengembangkan kemampuan akademik sekaligus membentuk karakter siswa, serta para siswa dapat melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi unggulan.