
Bank Raya Catat Laba Rp21 Miliar pada Kuartal Ketiga
16 menit yang lalu
Pendanaan dipimpin Tin Men Capital untuk mendukung pengembangan teknologi dan ekspansi global Ailytics.
Terbit · 2 min read

Ailytics, perusahaan rintisan teknologi kecerdasan buatan visual asal Singapura, meraih pendanaan Seri A sebesar US$7,4 juta. Menurut laporan ANTARA, pendanaan tersebut dipimpin Tin Men Capital.
Sejumlah investor lain turut berpartisipasi, termasuk SEEDS dari SG Growth Capital, Safie—perusahaan kamera berbasis komputasi awan terbesar di Jepang—serta sebuah perusahaan konstruksi terbesar di Jepang yang tidak disebutkan namanya. Pendanaan itu juga melibatkan sejumlah kantor keluarga dan investor yang sebelumnya telah menanamkan modal.
Pendanaan ini diperoleh setelah Ailytics menerima pendanaan pra-Seri A sebesar US$2,7 juta pada April 2024, yang juga dipimpin Tin Men Capital. Perusahaan itu menyebut jumlah proyeknya tumbuh dari 70 di empat negara menjadi lebih dari 400 penerapan di 15 negara.
Ailytics memulai kiprahnya melalui proyek perumahan publik Singapura yang dikelola Housing & Development Board. Perusahaan itu kini menangani penerapan teknologi di antaranya di NatSteel, PaxOcean, DHL, Bandara Internasional Leonardo da Vinci di Roma, dan proyek pembangunan Terminal 5 Bandara Changi.
Pendanaan tersebut, menurut pendiri sekaligus CEO Ailytics Lenard Tan, akan memperkuat tim perusahaan di Amerika Serikat, Jepang, Australia, dan kawasan Teluk. “Kami sedang membangun perusahaan AI industri berskala global dari Singapura,” kata Tan.
Produk unggulan Ailytics, Ailyssa, mengolah satu aliran video dua dimensi untuk membentuk pemahaman spasial tiga dimensi. Menurut laporan yang sama, sistem itu dirancang untuk tetap bekerja saat hujan, berdebu, atau minim cahaya, serta dapat menggunakan kamera lama.
Ailytics juga mengembangkan AilyssaX, mesin penalaran yang menganalisis konteks adegan dan memeriksa prosedur secara bertahap untuk menghasilkan peringatan. Pendiri sekaligus CTO Prateek Manocha mengatakan pendanaan akan membantu pengembangan model penalaran khusus bidang dan menjaga biaya operasional kecerdasan buatan tetap rendah.
Pendiri sekaligus Managing Partner Tin Men Capital, Jeremy Tan, menyebut Ailytics telah berekspansi ke 15 pasar dengan tingkat pelanggan berhenti menggunakan layanan di bawah 1 persen. Ailytics didirikan di Singapura pada 2021 dan menyediakan pemantauan keselamatan kerja serta operasional bagi industri berat.