
Senjata Konvensional Tetap Dorong Bisnis Pertahanan
11 menit yang lalu
Pria berusia 96 tahun itu menyusun perjalanan ke Tibet dengan bantuan kecerdasan buatan setelah ditolak agen perjalanan.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Tan, pria berusia 96 tahun asal China, melakukan perjalanan seorang diri ke Tibet setelah sejumlah agen perjalanan menolak permintaannya karena faktor usia. Ia menggunakan kecerdasan buatan untuk membantu menyusun rencana perjalanan.
Menurut laporan The China Academy yang dikutip CNBC Indonesia, Tan berangkat dari Provinsi Jiangsu dan tiba di Lhasa pada Senin (12/10/2026). Perjalanan lebih dari 3.000 kilometer itu ditempuh selama 43 jam menggunakan kereta api.
Perjalanan tersebut juga menjadi bagian dari ambisi Tan mengunjungi seluruh wilayah administratif setingkat provinsi di China. Kisahnya menyebar di media sosial setelah seorang wisatawan bertemu dengannya di restoran di Lhasa dan mengunggah video perjalanannya.
Tan semula ingin mengikuti tur kelompok, tetapi sejumlah agen perjalanan menolaknya karena usianya. Keluarga dan teman-temannya juga sempat melarangnya berangkat karena khawatir ia mengalami penyakit ketinggian.
Menurut laporan CCTV yang dikutip CNBC Indonesia, Tan mulai tertarik menggunakan kecerdasan buatan sejak tahun lalu setelah melihat putrinya mengoperasikan teknologi tersebut melalui ponsel. Sebelum berangkat, ia sempat menanyakan kepada kecerdasan buatan apakah perjalanan ke Lhasa aman bagi orang seusianya, tetapi tidak mendapat jawaban pasti.
Selama di Tibet, Tan mengunjungi sejumlah objek wisata, mengikuti pelayaran malam di Sungai Lhasa, mengenakan pakaian tradisional setempat, dan berkeliling kota dengan bus. Ia mengatakan tidak mengalami gejala penyakit ketinggian selama berada di sana.
Dalam perjalanan, seorang perempuan muda di kereta bertukar tiket tempat tidur gerbong bawah dengan tiket Tan di gerbong atas setelah mengetahui usianya. Petugas stasiun di Lhasa menyediakan kursi roda dan mengantarnya ke lokasi penjemputan transportasi daring, sedangkan staf hotel rutin menawarkan bantuan.
Tan kembali ke Wuxi dengan selamat pada Rabu (21/10/2026). Kisahnya menuai pujian di media sosial, tetapi sebagian pengguna juga mengingatkan risiko bepergian seorang diri ke Tibet, wilayah yang menurut laporan tersebut memiliki ketinggian rata-rata lebih dari 4.000 meter di atas permukaan laut.