
BRIN Dorong Pengendalian Begomovirus
13 menit yang lalu
Dua analis memperkirakan IHSG masih berpotensi turun, meski peluang penguatan teknikal jangka pendek tetap terbuka.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, Analis Teknikal MNC Sekuritas Herditya Wicaksana memperkirakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berpotensi melanjutkan pelemahan pada perdagangan Rabu (4/11/2026). Ia menyebut peluang penguatan teknikal dalam jangka pendek masih terbuka.
Herditya memperkirakan indeks dapat menguji kisaran 4.763–4.845. Untuk perdagangan hari itu, ia memproyeksikan level dukungan di 4.847 dan 4.763 serta level resistansi di 5.143 dan 5.247.
Herditya juga menyebut peluang penguatan teknikal menuju kisaran 4.908–4.914. Ia merekomendasikan saham DEWA, HMSP, INKP, dan MDKA.
Analis Binaartha Sekuritas Ivan Rosanova juga memperkirakan IHSG berpotensi meneruskan tren pelemahan setelah menembus level dukungan 4.972. Dalam analisisnya, target koreksi berikutnya berada pada kisaran 4.737 hingga 4.652.
Ivan memproyeksikan level dukungan IHSG pada 4.895, 4.737, dan 4.629, sedangkan level resistansinya 5.066, 5.289, dan 5.418. Ia merekomendasikan saham AADI, ANTM, INCO, KLBF, dan MBMA.
Pada perdagangan Selasa (3/11/2026), IHSG ditutup di level 4.904, turun 192,54 poin atau 3,78 persen dibandingkan penutupan sebelumnya. Data RTI Infokom yang dikutip dalam laporan yang sama mencatat nilai transaksi Rp11,44 triliun dengan volume perdagangan 24,74 miliar saham.
Pada penutupan tersebut, 57 saham menguat, 624 saham melemah, dan 37 saham tidak berubah.