
Menteri Transportasi Spanyol Mundur Usai Kecelakaan Kereta
10 menit yang lalu
Laporan Knight Frank menyoroti pergeseran gaya hidup individu ultra-kaya ke mobilitas dan pengalaman privat.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, The Wealth Report 2026 yang dirilis Knight Frank menyoroti perubahan gaya hidup individu dengan kekayaan sangat tinggi. Mereka semakin mengutamakan fleksibilitas, privasi, dan pengalaman eksklusif ketimbang kepemilikan barang mewah.
Laporan Knight Frank membahas cara individu dengan kekayaan bersih sangat tinggi mengalokasikan kekayaan mereka pada 2026. Knight Frank mencatat terdapat 713.626 individu dengan kekayaan bersih di atas US$30 juta di seluruh dunia pada tahun itu.
Mobilitas lintas negara menjadi salah satu tren yang disorot. Kepala Riset Global Knight Frank, Liam Bailey, menyebut mobilitas kekayaan terlihat dari perpindahan tempat tinggal, pembelian properti lintas negara, serta permintaan aset untuk mendukung kehidupan internasional.
Menurut laporan yang sama, rata-rata 89 orang per hari mencapai tingkat kekayaan bersih di atas US$30 juta dalam lima tahun terakhir. Gaya hidup lintas negara dapat mencakup properti di London, kapal pesiar di Mediterania, jet pribadi yang tersedia di Abu Dhabi, dan rumah peristirahatan di kawasan Alpen.
Kapal pesiar mewah juga semakin dimanfaatkan sebagai ruang privat multifungsi, selain untuk berlibur. Kapal itu dapat digunakan untuk pertemuan bisnis maupun waktu bersama keluarga; Andrew Hay, mantan pimpinan global bidang residensial Knight Frank, menggambarkannya sebagai hotel bintang enam dengan fasilitas untuk bisnis global.
Nilai transaksi penjualan kapal pesiar mewah sepanjang 2025 mencapai US$8,5 miliar, naik 70 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadi lonjakan terbesar sejak masa pemulihan pascapandemi pada 2021.
Jet pribadi juga digunakan untuk mendukung efisiensi waktu dan mobilitas bisnis. Data VistaJet yang dikutip dalam laporan Knight Frank mencatat kenaikan pada 2025 untuk rute Abu Dhabi-London sebesar 238 persen, Jeddah-Riyadh 269 persen, dan Nantucket-New York 192 persen.
Knight Frank mencatat 47 persen pengguna yang pertama kali bepergian dengan jet pribadi pada awal 2026 berusia di bawah 45 tahun. Mereka cenderung menyewa pesawat sesuai kebutuhan; tren lain yang disorot mencakup pertumbuhan klub privat di Miami, Milan, dan Singapura serta minat pada pengalaman personal, perjalanan ekstrem, dan pengalaman langka.