
Tim Gabungan Bongkar 48 Bangunan di Kampung Bahari
16 menit yang lalu
Pendanaan untuk enam proyek mencakup energi, air bersih, kesehatan, perumahan, pertahanan sipil, dan layanan digital.
Terbit · 2 min read

Arab Saudi menyalurkan pinjaman pembangunan lunak senilai lebih dari US$403 juta atau sekitar Rp7,25 triliun kepada Suriah untuk mendukung pemulihan infrastruktur dan layanan publik. Menurut laporan CNBC Indonesia, pendanaan tersebut mencakup enam proyek di berbagai sektor.
Menurut laporan yang sama, enam perjanjian pendanaan ditandatangani CEO Saudi Fund for Development Sultan Al-Marshad dan Menteri Keuangan Suriah Mohammed Yisr Barnieh. Penandatanganan berlangsung pada Kamis (5/11/2026), disaksikan Putra Mahkota Arab Saudi Mohammed bin Salman dan Presiden Suriah Ahmed Al-Sharaa, berdasarkan laporan Saudi Press Agency (SPA).
Salah satu proyek mendapat alokasi US$105 juta atau sekitar Rp1,89 triliun untuk membangun, merehabilitasi, dan melengkapi 25 pusat pertahanan sipil di Suriah. Proyek itu diperkirakan memberi manfaat kepada lebih dari tujuh juta orang, serta mendukung tanggap darurat, penanganan bencana, dan pembersihan puing.
Di sektor energi, dana US$90 juta atau sekitar Rp1,62 triliun dialokasikan untuk rehabilitasi unit pembangkit di Pembangkit Listrik Tenaga Termal Aleppo. Proyek tersebut diperkirakan membantu sekitar lima juta orang melalui pemulihan kapasitas listrik dan penguatan jaringan nasional, sekaligus mendukung kegiatan ekonomi dan industri.
Sebanyak US$100 juta atau sekitar Rp1,8 triliun disediakan untuk merehabilitasi dan membangun rumah sakit serta pusat layanan kesehatan, termasuk pengadaan perlengkapan. Dana US$60 juta atau sekitar Rp1,08 triliun lainnya digunakan untuk memperbaiki hingga 10.000 rumah yang rusak guna mendukung rekonstruksi dan stabilitas sosial.
Untuk layanan air bersih, US$30 juta atau sekitar Rp540 miliar akan membiayai pengadaan dan pemasangan 300.000 meteran air pintar. Proyek ini ditargetkan menjangkau sekitar 1,5 juta orang di berbagai provinsi dan meningkatkan layanan air minum.
Sisa pendanaan, yakni lebih dari US$18 juta atau sekitar Rp324 miliar, dialokasikan untuk transformasi digital dan pengembangan kelembagaan Kementerian Keuangan Suriah. Program tersebut mencakup penerapan sistem terintegrasi untuk meningkatkan efisiensi, transparansi, dan mutu layanan keuangan pemerintah.
SPA menyebut proyek-proyek itu merupakan bagian dari dukungan Arab Saudi untuk memperbaiki kondisi hidup masyarakat Suriah dan memulihkan infrastruktur penting. Pada September 2025, Riyadh melalui SFD juga memberikan dua hibah untuk membantu pembiayaan pasokan minyak mentah dan pembayaran sebagian gaji pegawai pemerintah Suriah selama tiga bulan.