
Indonesia Dorong Perlindungan Pelaut di Sidang IMO
21 menit yang lalu
Penundaan Piala Asia membuka peluang perubahan jadwal Super League, tetapi I.League belum memutuskan penyesuaian.
Terbit · 1 min read

Direktur Utama I.League Ferry Paulus membuka peluang menggelar pertandingan BRI Super League pada Januari 2027 setelah jadwal Piala Asia 2027 ditunda. Menurut laporan ANTARA, rencana itu dapat memajukan pertandingan yang sebelumnya dialokasikan mulai Februari.
Ferry menyampaikan hal tersebut kepada awak media di Jakarta pada Kamis (5/11/2026). Ia mengatakan I.League belum membahas kemungkinan perubahan jadwal dengan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), termasuk penyesuaian agenda sepak bola nasional pada Januari dan Februari 2027.
“Ya, buat Liga tentunya kami akan berupaya untuk bisa memadatkan atau menarik pertandingan-pertandingan yang kita extend ke bulan Februari dan seterusnya,” kata Ferry, menurut laporan ANTARA.
Ferry mengatakan penundaan Piala Asia memberi tim nasional Indonesia kesempatan untuk mematangkan persiapan menghadapi turnamen tersebut. Sebelumnya, jadwal BRI Super League 2026/2027 dirancang tanpa pertandingan pada Januari karena bertepatan dengan rencana penyelenggaraan Piala Asia di Arab Saudi.
Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) mengumumkan penundaan Piala Asia 2027 pada Selasa (3/11/2026). Turnamen itu semula dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027.
AFC menetapkan jadwal baru pada 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028 setelah berkonsultasi dengan panitia penyelenggara lokal dan Federasi Sepak Bola Arab Saudi (SAFF). Jadwal baru itu masih memerlukan persetujuan FIFA.
Perubahan tersebut membuka peluang bagi I.League untuk memajukan sejumlah pertandingan yang semula dialokasikan pada Februari dan bulan-bulan berikutnya. Ferry menyebut penyesuaian itu berpotensi membuat musim 2026/2027 berakhir pada Mei, lebih cepat daripada jadwal sebelumnya pada Juni.
Meski demikian, perubahan jadwal kompetisi belum diputuskan secara resmi. Ferry menyatakan I.League akan berupaya memadatkan atau memajukan pertandingan setelah penundaan Piala Asia.