
Indonesia Dorong Perlindungan Pelaut di Sidang IMO
17 menit yang lalu
Pembongkaran dilakukan bertahap dengan melibatkan sekitar 400 personel dan mendapat penolakan dari sejumlah warga.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, tim gabungan telah membongkar 48 bangunan semi permanen di sepanjang jalur rel kereta api Kampung Bahari, Jakarta Utara, hingga hari ketiga penertiban. Asisten Pemerintahan Sekretaris Kota Jakarta Utara Muhammad Andri mengatakan di Jakarta, Kamis (5/11/2026), pemerintah kota menargetkan pembongkaran selesai dalam sekitar satu pekan.
Penertiban berlangsung di jalur rel A5 hingga A11, kawasan Kelurahan Tanjung Priok, Kecamatan Tanjung Priok.
Andri mengatakan kegiatan itu dilakukan setelah penggerebekan kasus narkoba di kawasan tersebut. Sekitar 400 personel dari unsur TNI, Polri, Satpol PP, PT Kereta Api Indonesia (KAI), PLN, dan sejumlah organisasi perangkat daerah Pemerintah Kota Jakarta Utara dilibatkan.
Menurut Andri, penertiban dilakukan bertahap untuk menjaga kegiatan tetap tertib, aman, dan kondusif. Ia menyebut penataan kawasan itu bertujuan mengembalikan fungsi jalur kereta api serta menciptakan lingkungan yang lebih tertib dan aman bagi masyarakat.
Pembongkaran didukung dua ekskavator milik KAI dan Suku Dinas Sumber Daya Air. Sisa material diangkut dengan sarana kereta api menuju kawasan A2.
Camat Tanjung Priok Samsul Rizal Khadafi mengatakan 22 bangunan tambahan dibongkar pada hari ketiga, sehingga jumlah yang ditertibkan sejak hari pertama mencapai 48 unit. Ia mengatakan sejumlah warga sempat menolak karena masih mengharapkan kepastian relokasi dari KAI, tetapi penertiban secara umum berlangsung aman dan lancar.
Khadafi mengatakan KAI telah menyampaikan surat peringatan kepada warga yang masih menempati kawasan rel, dengan tenggat pengosongan lima hari. Dalam penggerebekan sebelumnya, Polda Metro Jaya mengamankan 27 orang yang diduga terlibat dalam jaringan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika.