
Maisy Kay Siapkan Single Baru tentang Cinta
14 menit yang lalu
Riset Arunala menunjukkan banyak keluarga memiliki anggaran terbatas untuk perawatan lansia, sementara layanan terjangkau diminati.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan Manado Post, riset Arunala Institute and Foundation Indonesia menunjukkan 74 persen rumah tangga perkotaan hanya mampu mengalokasikan kurang dari Rp3 juta per bulan untuk perawatan lansia. Arunala menilai pelaku usaha perlu menyesuaikan layanan dengan daya beli keluarga.
Riset itu dipaparkan dalam Dialog Kebijakan Perawatan Lansia di Jakarta pada Selasa (27/10/2026). Laporan tersebut membahas perbedaan tingkat keterisian fasilitas berdasarkan tarif layanan.
Panti lansia swasta dengan tarif Rp4,5 juta hingga Rp8,5 juta per bulan rata-rata terisi 60 persen. Sementara itu, fasilitas bertarif sekitar Rp1,5 juta per bulan beroperasi dengan kapasitas penuh, menurut laporan yang sama.
Data kemauan membayar menunjukkan 72 persen responden bersedia membayar Rp1,5 juta per bulan untuk layanan penitipan harian dasar. Ketika tarifnya Rp2,4 juta, kesediaan itu turun menjadi 45 persen, sedangkan untuk hunian penuh seharga Rp8 juta per bulan angkanya 25 persen.
“Pasar perawatan lansia bukan kurang permintaan, melainkan mengalami kesenjangan antara desain produk dan daya beli konsumen,” ujar Dyah Larasati, Direktur Eksekutif Arunala Institute, seperti dikutip Manado Post.
Laporan yang sama menyebut 91 persen responden perkotaan terbuka menggunakan pusat perawatan bila diperlukan. Sebanyak 95 persen menilai fasilitas tersebut tetap sejalan dengan nilai keluarga dan agama selama anak tetap terlibat.
Arunala mendorong layanan modular yang mencakup pendampingan harian, aktivitas sosial, dan pemeriksaan kesehatan rutin. Kemitraan pemerintah dan swasta juga dinilai dapat membantu mengoptimalkan kapasitas panti yang belum terisi melalui kupon atau pembiayaan bersama.
Pengasuh bersertifikat, pemantauan kesehatan, dan standar operasional yang jelas diperlukan untuk membangun kepercayaan. Dengan populasi menua dan kebutuhan perawatan yang meningkat, ekonomi perawatan berpotensi menjadi sektor bisnis baru.