
JMTB Gelar Kompetisi Pushbike untuk 337 Anak
12 menit yang lalu
Otoritas AS menyelidiki peretasan Binance saat perusahaan mengusut penarikan dana tanpa izin.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa otoritas penegak hukum AS sedang menyelidiki peretasan yang menimpa platform bursa kripto Binance. Ia menyampaikan hal itu pada Jumat (30/10/2026).
Binance juga tengah menyelidiki aktivitas penarikan dana tanpa izin dari platformnya. Berdasarkan taksiran awal perusahaan, insiden tersebut berdampak pada aset kripto senilai sekitar 6,3 miliar dolar AS atau sekitar Rp114,17 triliun.
Saat menjawab pertanyaan wartawan tentang kemungkinan keterlibatan kelompok peretas asal Korea Utara, Trump mengatakan mereka belum tahu pasti dan sedang mencermati kasus tersebut. Ucapannya tidak memastikan siapa pelakunya.
Trump menilai perdagangan dan transaksi aset digital memiliki risiko tinggi jika dibandingkan dengan sistem keuangan konvensional, seperti transaksi menggunakan cek tunai.
Pendiri Binance, Changpeng Zhao, mengonfirmasi platform tersebut menjadi sasaran serangan siber pada Kamis malam (29/10/2026). Ia mengatakan dana pengguna tetap aman.
Manajemen Binance menyatakan pemulihan sistem berjalan sesuai rencana. Perusahaan menargetkan layanan penarikan dana kembali beroperasi normal dalam 45 jam.