
Hashim Nilai Rembuk Pemuda Penting bagi Pembangunan
8 menit yang lalu
Program vokasi di Wuhu melatih mahasiswa Indonesia dalam bidang konstruksi dan teknologi digital.
Terbit · 2 min read

Menurut laporan ANTARA yang bersumber dari Xinhua, mahasiswa Indonesia di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu, Anhui, China, mengikuti pelatihan keterampilan konstruksi dan teknologi digital untuk mendukung peluang karier mereka.
Pelatihan berlangsung di pusat pelatihan universitas tersebut di Wuhu. Laporan tidak menyebutkan tanggal kegiatan. Salah satu peserta, Nurkholish, 21 tahun, membantu peserta baru dan menerjemahkan penjelasan instruktur ke bahasa Indonesia.
Nurkholish pernah berlatih di pusat itu untuk kompetisi keterampilan vokasi, termasuk menguji robot inspeksi dinding yang dirancang untuk memindai retakan. Ia ingin mempelajari cara membangun gedung yang lebih tahan terhadap banjir dan hujan lebat, yang menurutnya kerap terjadi di Indonesia.
Ia mengatakan bahasa Mandarin sebagai bahasa pengantar menjadi tantangan pada awal masa belajar. Nurkholish juga menilai para pengajar menjelaskan materi dengan terperinci dan peralatan pelatihan yang tersedia lebih baik daripada yang pernah digunakannya di Indonesia.
Universitas Teknik Kejuruan Wuhu dan Anhui Conch Group meluncurkan program International Order Class Conch pada 2019. Program itu dirancang berdasarkan kebutuhan perusahaan tersebut di Indonesia dan mencakup otomatisasi, robotika industri, kecerdasan buatan, serta teknik konstruksi.
Program itu telah menerima lebih dari 140 mahasiswa Indonesia, dan seluruh lulusannya bergabung dengan perusahaan-perusahaan Conch di Indonesia, menurut laporan yang sama. Peserta juga dapat menjalani sebagian pelatihan di dua sanggar kerja universitas di Indonesia serta pusat pendidikan vokasi di Jakarta yang didirikan bersama Conch.
Dwinita Asty Kusuma, 22 tahun, mengikuti pendidikan aplikasi teknologi kecerdasan buatan. Sebelum berangkat ke China, ia bekerja di kedai kopi di Indonesia dan kemudian memilih mengembangkan keterampilan teknis di tengah meningkatnya investasi perusahaan China di Indonesia.
Dwinita berharap dapat meningkatkan kemampuannya dalam mengatasi kesalahan kode dan menggunakan kecerdasan buatan untuk kebutuhan praktis di Indonesia. Ia juga ingin menerapkan keterampilan digitalnya untuk mendukung kebutuhan informasi setempat, sementara Nurkholish berharap dapat berkontribusi pada proyek konstruksi di kampung halamannya.
Zhu Zhiguo, penanggung jawab pendidikan internasional di universitas tersebut, mengatakan teknisi Conch mengajar di kelas dan mahasiswa mengunjungi lini produksi perusahaan. Menurut Zhu, kegiatan itu menghubungkan pembelajaran di kelas dengan proses produksi.