
Jepang Buka Riset Roket Pengganti Satelit
14 menit yang lalu
Studi ACE memperkirakan investasi besar diperlukan untuk mencapai target transisi energi ASEAN.
Terbit · 1 min read

Negara-negara ASEAN diperkirakan membutuhkan investasi sekitar US$400 miliar atau Rp7.252 triliun per tahun untuk mencapai target transisi energi. Menurut laporan CNN Indonesia, angka itu disampaikan Zulfikar Yurnaidi, Kepala Pemodelan Energi dan Perencanaan Kebijakan ASEAN Centre for Energy (ACE), merujuk pada studi ASEAN Energy Outlook ke-9.
Zulfikar menyampaikan perkiraan tersebut dalam acara Economic with Rully Kurniawan yang disiarkan melalui YouTube CNN Indonesia, Kamis (29/10/2026). Nilai rupiah dalam laporan dihitung dengan kurs Rp18.130 per dolar AS.
Studi itu juga memperkirakan kebutuhan energi primer negara-negara ASEAN meningkat hingga empat kali lipat, atau 400 persen, dari tahun ini sampai 2060. Zulfikar mengatakan peningkatan ketahanan dan pasokan energi perlu berjalan beriringan dengan diversifikasi serta upaya transisi energi.
ACE menganalisis sejumlah skenario untuk menekan lonjakan kebutuhan tersebut. Strategi yang disebutkan meliputi efisiensi energi, pemanfaatan energi terbarukan, dan elektrifikasi.
Menurut Zulfikar, langkah-langkah itu berpotensi memangkas kebutuhan energi primer hingga setengahnya. Ia juga menyatakan 11 negara ASEAN berkomitmen memajukan transisi energi yang memperhatikan ketahanan energi dan dekarbonisasi.
Salah satu skenario yang dibahas bernama ASEAN Coordinated Transition Scenario. Zulfikar menjelaskan skenario itu berfokus pada koordinasi antarnegara anggota.
Zulfikar mengakui setiap negara memiliki kepentingan nasional masing-masing. Karena itu, menurutnya, ACE perlu menjembatani perbedaan kepentingan tersebut.
Ia menilai peran ACE tidak terbatas pada kajian teknis sebagai lembaga pemikir, tetapi juga mencakup upaya diplomasi untuk menyelaraskan kepentingan nasional dengan kepentingan kawasan.