
AAAH Dorong Pemanfaatan AI untuk Tenaga Kesehatan
9 menit yang lalu
Pameran kerajinan itu dijadwalkan berlangsung di Jakarta pada 21-25 April 2027 dengan inspirasi tokoh perempuan Nusantara.
Terbit · 1 min read

Asosiasi Eksportir dan Produsen Handicraft Indonesia (ASEPHI) mematangkan persiapan The 27th The Jakarta International Handicraft Trade Fair atau INACRAFT 2027. Menurut laporan ANTARA, pameran tersebut akan mengangkat inspirasi tokoh perempuan Nusantara.
Pameran dijadwalkan berlangsung di Jakarta International Convention Center (JCC), Jakarta, pada 21-25 April 2027. Persiapan dibahas ASEPHI bersama PT Mediatama Event selaku penyelenggara acara.
Direktur Utama PT Mediatama Event Umi Noor Wijiati mengatakan rapat membahas pemantapan konsep pameran, struktur kepanitiaan, dan strategi promosi. Ia menyebut INACRAFT diharapkan memberi manfaat ekonomi bagi peserta dan turut menggerakkan perekonomian rakyat.
Tema From Smart Village to Global Market akan dipertahankan. Menurut Umi, pameran juga akan memperkuat program keberlanjutan serta menghadirkan kembali Icon dan Country of Honor.
Wakil Ketua Umum I ASEPHI Bidang Kerja Sama Antar Lembaga Regional dan Internasional sekaligus Project Manager The 27th INACRAFT, Baby Jurmawati, mengatakan pameran pada April diharapkan memanfaatkan momentum musim belanja di Asia Tenggara. Sejumlah pameran regional yang berlangsung pada periode itu antara lain ASEAN Craft, Style Bangkok, dan Lifestyle Vietnam.
Baby berharap INACRAFT menjadi tujuan lanjutan bagi pembeli yang mengikuti rangkaian pameran tersebut sehingga peluang transaksi dan jejaring bisnis produk kerajinan Indonesia dapat meluas. Ia juga mengusulkan pengembangan tema yang terinspirasi Hari Kartini dan kontribusi perempuan dalam menjaga warisan budaya serta mengembangkan industri kerajinan.
Tokoh yang menjadi inspirasi meliputi Laksamana Malahayati dari Aceh, Martha Christina Tiahahu dari Maluku, R.A. Kartini dari Jepara, Dewi Sartika dari Jawa Barat, dan H. R. Rasuna Said dari Sumatera Barat. Menurut Baby, inspirasi itu mencakup kisah perjuangan dan kepahlawanan serta kekayaan budaya daerah, termasuk busana, motif, wastra, aksesori, dan kerajinan tradisional.
Konsep pameran juga akan menggabungkan unsur tradisional dengan desain kontemporer. Salah satu gagasan yang disampaikan adalah peragaan busana yang mengadaptasi pakaian masa lalu ke dalam rancangan modern; penamaan pameran pun akan mengikuti urutan penyelenggaraannya dengan menggunakan nama The 27th INACRAFT.