
Tim Gabungan Bongkar 48 Bangunan di Kampung Bahari
12 menit yang lalu
Krisis Ueno Bank mengganggu akses nasabah dan memicu tekanan politik terhadap Presiden Santiago Peña.
Terbit · 2 min read

Dewan Bank Sentral Paraguay mengambil alih pengawasan Ueno Bank setelah kondisi keuangan bank digital itu memburuk. Menurut laporan CNNIndonesia.com, bank tersebut disebut memiliki hubungan bisnis dengan Presiden Santiago Peña; penyitaan itu menyulitkan nasabah mengakses simpanan dan memicu krisis politik.
Dewan Bank Sentral Paraguay memutuskan pengambilalihan pada Senin (2/11/2026) malam dan mengumumkannya pada Selasa (3/11/2026). Bank sentral menunjuk pejabat khusus untuk memeriksa keuangan Ueno Bank dan melindungi aset yang tersisa.
Keputusan itu diambil setelah rasio solvabilitas Ueno Bank turun hingga kurang dari separuh batas minimum yang diwajibkan. Pengambilalihan memberi regulator kewenangan memindahkan simpanan nasabah ke lembaga keuangan lain sebelum aset yang tersisa dilikuidasi.
Ueno Bank menyatakan memiliki sekitar 3 juta nasabah, setara dengan 60 persen populasi dewasa Paraguay. Bank itu juga mengelola dana publik senilai US$800 juta hingga US$850 juta, termasuk sekitar US$380 juta milik dana pensiun dan kesehatan pemerintah.
Jaksa memerintahkan penangkapan delapan orang dalam penyelidikan dugaan pelanggaran kepercayaan dan tindak pidana lain. Di antara mereka terdapat Presiden Ueno Bank Juan Manuel Gustale dan kepala eksekutif Federico Miguel Vázquez Villasanti; hingga Selasa (3/11/2026) sore, dua direktur bank lainnya telah ditahan.
Peña membatalkan rencana perjalanan ke pertemuan internasional di Spanyol dan meminta Kepala Bank Sentral Paraguay Carlos Carvallo mengundurkan diri. Peña mengatakan telah sepakat dengan para pemimpin Kongres untuk mempercepat pembahasan aturan pembayaran kepada nasabah dan menjamin pengembalian dana publik, serta berjanji meminta pertanggungjawaban seluruh pihak yang terlibat dalam keruntuhan bank.
AP News melaporkan Peña menulis di media sosial, “Mereka yang bertanggung jawab harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan pengadilan, tanpa pengecualian atau hak istimewa.” Carvallo mengatakan telah menandatangani surat pengunduran diri, tetapi tetap akan mengawasi proses pengambilalihan; ia menyatakan, “Bank sentral membutuhkan ketenangan untuk menjalankan tugasnya.”
Nasabah dilaporkan tidak dapat mengakses rekening melalui aplikasi atau menarik dan mentransfer uang. Sejumlah orang mendatangi kantor cabang untuk meminta kepastian, tetapi kantor-kantor itu tutup dan polisi berjaga di sekitarnya.
Carvallo sebelumnya pernah memimpin lembaga pendahulu Ueno Bank. Penunjukannya menuai kritik karena dinilai berpotensi menimbulkan konflik kepentingan, meski regulator menyatakan ia telah menarik diri dari pengambilan keputusan terkait bank tersebut. Peña pernah menjadi mitra bisnis Grupo Vázquez, pemilik Ueno Bank, hingga Maret 2025; ia berulang kali membantah kekhawatiran tentang kondisi keuangan bank dan menuding media menyebarkan ketakutan. Sejumlah senator oposisi menyatakan akan mengupayakan pemakzulan, tetapi langkah itu menghadapi tantangan karena Partai Colorado pimpinan Peña menguasai kedua kamar Kongres. Peña tidak dapat mencalonkan diri kembali pada pemilihan presiden 2028, sementara persaingan internal partai untuk menentukan penggantinya mulai memperlihatkan perpecahan.