
Winardi Bantah Ikut Rombongan Gubernur ke Mesir
20 menit yang lalu
AAAH mendorong transformasi digital dan kerja sama regional untuk memperkuat kompetensi serta pemerataan tenaga kesehatan.
Terbit · 2 min read

Asia Pacific Action Alliance on Human Resources for Health (AAAH) mendorong penguatan kompetensi tenaga kesehatan melalui transformasi digital, termasuk pemanfaatan kecerdasan buatan, untuk menghadapi tantangan sumber daya manusia kesehatan di Asia Pasifik. Menurut laporan ANTARA, Ketua AAAH periode 2024–2026 Anna Kurniati menyampaikan hal tersebut dalam konferensi organisasi itu.
Konferensi ke-14 AAAH berlangsung di Bali pada 2–5 November 2026 dan diikuti perwakilan dari 22 negara anggota serta sejumlah mitra internasional. Forum itu membahas penguatan sumber daya manusia kesehatan di kawasan Asia Pasifik.
Anna, yang juga menjabat Sekretaris Direktorat Jenderal Farmasi dan Alat Kesehatan Kementerian Kesehatan, mengatakan tantangan kawasan mencakup kekurangan dan ketimpangan distribusi tenaga kesehatan. Negara-negara juga menghadapi penuaan penduduk, peningkatan penyakit tidak menular, serta kedaruratan kesehatan akibat perubahan iklim.
Dalam keterangan di Jakarta, Anna mengatakan penguatan teknologi perlu berjalan bersama tata kelola yang baik dan pendidikan yang menghasilkan tenaga kesehatan kompeten serta adaptif. Ia menyebut kolaborasi regional diperlukan karena satu negara tidak dapat menyelesaikan persoalan tersebut sendiri.
Menurut laporan yang sama, konferensi mengangkat tiga pilar, yaitu kepemimpinan dan tata kelola, pendidikan transformatif dan kesejahteraan, serta transformasi digital. Pemanfaatan teknologi dinilai dapat mendukung pengambilan keputusan berbasis data, sistem informasi kesehatan, serta akses pendidikan dan pengembangan kompetensi.
Anna mengatakan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan, perlu dapat dimanfaatkan tenaga kesehatan di berbagai wilayah, termasuk daerah terpencil. Ia menyebut teknologi itu sebagai instrumen yang dapat membantu tenaga kesehatan.
Direktur Penyediaan SDM Kesehatan Kementerian Kesehatan Ika Trisia memaparkan Indonesia memiliki 180.327 dokter teregistrasi, dengan rasio 0,62 per 1.000 penduduk. Data nasional yang disampaikan menunjukkan 6.520 dari 10.337 Puskesmas telah memiliki sembilan jenis tenaga kesehatan sesuai standar.
Ika juga menyebut 681 dari 843 RSUD telah memiliki tujuh jenis dokter spesialis dasar. Ia mengatakan pemerintah masih menghadapi tantangan pemenuhan dokter spesialis dan pemerataan tenaga kesehatan, terutama di daerah terpencil, perbatasan, dan kepulauan.
Ika mengatakan upaya pemerintah mencakup perencanaan kebutuhan berbasis data, penguatan pendidikan dan pelatihan, pemerataan distribusi, serta transformasi digital untuk memperluas pengembangan profesional berkelanjutan. Menurutnya, kebijakan tersebut diarahkan agar jumlah, kompetensi, dan penempatan tenaga kesehatan sesuai dengan kebutuhan pelayanan.