
OJK Denda Aurora Asset Rp2,57 Miliar
7 menit yang lalu
Pemerintah tidak akan memaksakan ekspor listrik jika harga belum cocok dan memprioritaskan kebutuhan dalam negeri.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNBC Indonesia, Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia mengatakan pemerintah tidak akan memaksakan rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura jika harga yang ditawarkan belum sesuai perhitungan pemerintah.
Bahlil menyampaikan hal itu saat ditemui di Istana Negara pada Selasa (3/11/2026). Ia mengatakan kerja sama ekspor harus menguntungkan kedua pihak.
"Gini, menyangkut dengan ekspor listrik kita, saya katakan bahwa yang pertama, kita memperhatikan harus saling menguntungkan. Kalau harganya belum cocok, kita nggak bisa," ujar Bahlil, dikutip Selasa (3/11/2026).
Bahlil mengatakan Kementerian ESDM telah menghitung harga jual listrik yang sesuai dan menyampaikan hasilnya kepada Danantara Indonesia. Ia meminta Danantara tidak dilobi agar menyetujui penurunan harga.
Bahlil menyatakan jika harga tidak cocok, pemerintah akan memprioritaskan pasokan untuk kebutuhan dalam negeri. Ia juga mengatakan rencana ekspor dapat berlanjut jika kedua pihak mencapai kesepakatan harga.
Laporan itu menyebut Indonesia telah melakukan nota kesepahaman (MoU) dengan Singapura terkait ekspor listrik pada 2025. Pemerintah membuka skema yang memungkinkan Danantara atau pihak swasta bermitra dengan perusahaan asal Singapura, dengan tetap mengedepankan aspek keekonomian yang kompetitif bagi Indonesia.
Dalam sambutan di Minerba Convex 2026 di Jakarta pada Senin (2/11/2026), Bahlil mengatakan Indonesia belum bisa mengekspor listrik karena masih membutuhkan pasokan untuk kebutuhan domestik. Ia meminta Danantara tidak mau dilobi.