
ABPEDNAS dan Pemprov Sulut Perkuat Sinergi Desa
8 menit yang lalu
Bambang menilai hilirisasi tambang mulai berjalan, meski zirkon dan monasit masih menghadapi tantangan.
Terbit · 1 min read

Anggota Komisi XII DPR RI dari Fraksi Golkar Bambang Patijaya memberi nilai 9 dari 10 terhadap capaian hilirisasi pertambangan Indonesia. Menurut laporan CNBC Indonesia, penilaian itu didasarkan pada mulai berjalannya pengolahan hasil tambang di dalam negeri.
Bambang menyampaikan penilaiannya dalam acara bincang pagi CNBC Indonesia bertajuk “Hilirisasi Melaju, Industri Tambang Makin Kuat?” di Jakarta. Laporan tersebut mengutip pernyataannya, tetapi tidak menyebutkan tanggal acara.
Bambang menilai tahap awal hilirisasi pertambangan telah berjalan melalui fasilitas peleburan dan pemurnian berbasis Izin Usaha Pertambangan (IUP). Menurutnya, mineral kini setidaknya mengalami peningkatan kadar sebelum dijual.
Ia juga menyebut hilirisasi berlangsung di sejumlah sektor lain, termasuk energi dan pertanian. Dalam transisi energi, Bambang menyebut Indonesia telah melangkah jauh menuju E5, yakni pencampuran bioetanol 5 persen.
Namun, ia mengatakan zirkon dan monasit masih menghadapi dinamika dan tantangan. Menurut Bambang, kadar zirkon telah ditingkatkan, sehingga hasil pertambangan tidak dijual begitu saja dalam kondisi mentah.
Untuk nikel, Bambang menilai pengembangan hilirisasi tidak hanya berlangsung pada tahap peleburan. Ia menyebut pengembangan lanjutan, termasuk untuk baterai, sebagai peluang perubahan bagi industri tersebut.
Bambang mengatakan nikel limonit yang sekitar 10 tahun lalu kurang diminati kini mulai dicari karena pasarnya berkembang. Menurut laporan yang sama, ia juga menyebut limonit berkadar rendah dalam keterangannya tentang perkembangan industri nikel.