
IHSG Turun 1,29% pada Sesi I
11 menit yang lalu
Rumah Tani berupaya menghubungkan rantai pasok dari pusat produksi hingga pengguna akhir.
Terbit · 1 min read

Rumah Tani mengambil peran untuk menghubungkan rantai pasok hasil pertanian dari pusat produksi hingga pengguna akhir. Menurut laporan CNBC Indonesia, Direktur Utama Rumah Tani Bahtiar menyampaikan peran itu dalam program World Food Day pada Jumat (30/10/2026).
Laporan dari Jakarta itu membahas program CNBC Indonesia yang mengangkat tema “Inovasi untuk Kedaulatan Pangan Indonesia” dalam rangka memperingati Hari Pangan Nasional. Dialog tersebut juga menghadirkan Deputi II Kemenko Pangan Widiastuti dan Kepala Balai Besar Perakitan dan Modernisasi Pertanian Tanaman Padi Amin Nur.
Widiastuti memaparkan strategi Kemenko Pangan untuk menyelaraskan kebijakan kementerian dan lembaga. Upaya itu diarahkan pada penguatan produksi pertanian, ekosistem usaha, serta penyerapan hasil panen petani.
Menurut laporan yang sama, penyelarasan kebijakan mencakup tahapan dari perencanaan produksi hingga distribusi. Widiastuti juga menyebut pemanfaatan teknologi, penguatan pembiayaan, kepastian pasar, dan kelembagaan petani sebagai bagian dari upaya tersebut.
Amin menyampaikan upaya peningkatan produksi padi melalui perakitan dan modernisasi tanaman. Ia mengatakan inovasi varietas padi dengan keunggulan yang menyesuaikan kondisi iklim telah diadopsi mayoritas petani Indonesia.
Bahtiar menyebut tantangan logistik pangan, termasuk ketidakseimbangan antara wilayah yang mengalami surplus dan kekurangan produksi. Menurut pemaparannya, Jawa dan Sumatra mengalami surplus, sedangkan sejumlah wilayah di Sulawesi mengalami kekurangan.
Bahtiar mengatakan penguatan rantai distribusi diperlukan agar hasil produksi dapat disalurkan lebih merata. Rumah Tani berupaya menghubungkan rantai pasok dari pusat produksi hingga pengguna akhir untuk membentuk ekosistem pertanian yang lebih kuat.