
PLN dan Polda Sultra Bahas Keamanan Infrastruktur
10 menit yang lalu
Bappenas menilai biosolusi berpotensi meningkatkan nilai ekonomi dan mendorong pertumbuhan inklusif di Indonesia.
Terbit · 2 min read

Kementerian PPN/Bappenas menilai kekayaan hayati Indonesia berpotensi menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan. Menurut laporan ANTARA, pandangan itu disampaikan Deputi Bidang Pangan, Sumber Daya Alam, dan Lingkungan Hidup Bappenas Leonardo A A Teguh Sambodo dalam peluncuran laporan tentang nilai biosolusi di Indonesia.
Laporan tersebut membahas nilai biosolusi di Indonesia. Materi sumber tidak menyebutkan tanggal maupun lokasi peluncuran; keterangan Bappenas diterima di Jakarta pada Jumat (30/10/2026).
Kajian itu disusun Amsterdam Data Collective atas prakarsa Novonesis dan bekerja sama dengan Kedutaan Besar Kerajaan Denmark. Menurut laporan yang sama, kajian tersebut mengukur potensi dan nilai ekonomi biosolusi secara khusus di Indonesia.
Biosolusi adalah teknologi berbasis makhluk hidup yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi persoalan lingkungan, pangan, dan energi, sekaligus meningkatkan nilai ekonomi. Teguh menyebut biosolusi sebagai pendorong lintas klaster yang dapat meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan nilai tambah dalam bioekonomi.
Kajian tersebut memproyeksikan nilai ekonomi biosolusi di Indonesia meningkat hampir tiga kali lipat, dari hampir 1 miliar dolar AS saat ini menjadi 2,3 miliar dolar AS pada 2035. Kajian itu juga memperkirakan setiap satu pekerjaan di industri biosolusi menyerap 3,8 pekerjaan tidak langsung di industri lain, dibandingkan rata-rata global 2,4 pekerjaan.
Peluncuran laporan itu mendukung penyusunan Peta Jalan Pengembangan Bioekonomi Indonesia yang ditargetkan rampung pada akhir 2026. Pengembangan bioekonomi juga sejalan dengan RPJPN 2025–2045, yang menempatkannya sebagai salah satu sumber pertumbuhan ekonomi baru.
Teguh mengatakan pengembangan bioekonomi akan mencakup klaster pangan, energi, kesehatan, kosmetik, biomaterial, dan jasa lingkungan. Duta Besar Denmark untuk Indonesia, Timor-Leste, Papua Nugini, dan ASEAN Sten Frimodt Nielsen menyatakan biosolusi membuka peluang kerja sama baru antara Indonesia dan Denmark.
Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Bappenas Dadang Jainal Mutaqin menekankan pengembangan bioekonomi berbasis aset dalam negeri, termasuk mikroba lokal, pengetahuan setempat, dan riset nasional. Peta jalan yang sedang disusun diharapkan mendukung komersialisasi riset, fasilitas percontohan, kepastian regulasi dan pembiayaan, serta pembagian manfaat yang adil bagi masyarakat.