
Olly Ancam Anggota DPRD PDIP yang Absen
14 menit yang lalu
Penyaluran dimulai pada 4 September untuk memenuhi kebutuhan pelanggan dan mendukung pengujian Cisem II.
Terbit · 1 min read

PT Bayu Buana Gemilang (BBG) mulai menyalurkan gas bumi dari Jawa Timur ke Jawa Barat melalui jaringan pipa Cirebon-Semarang (Cisem) pada Jumat (4/9/2026). Menurut laporan ANTARA, penyaluran itu ditujukan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan di wilayah tersebut.
Direktur Utama BBG Andi Rachman mengatakan pengangkutan dilakukan berdasarkan perjanjian dengan PT Pertamina Gas (Pertagas), dengan kapasitas harian yang dicadangkan sebesar 3 juta standar kaki kubik per hari (MMSCFD).
Andi mengatakan kapasitas yang disepakati mendukung pemanfaatan jaringan transmisi BBG yang saling terhubung untuk memenuhi kebutuhan energi pelanggan.
Menurut laporan yang sama, pengaliran gas itu juga menindaklanjuti permintaan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mendukung pengujian lanjutan pada ruas Batang-Kandang Haur Timur (KHT), atau Cisem II.
Pada Kamis (3/9/2026), Direktorat Perencanaan dan Pembangunan Infrastruktur Minyak dan Gas Bumi meminta BBG menyediakan gas untuk pengujian dinamis lanjutan sistem pengukuran di KHT. Permintaan itu juga mencakup pembersihan bagian dalam pipa di ruas Batang-KHT dan persiapan penyaluran berikutnya.
BBG mulai mengalirkan gas pada Jumat (4/9/2026), sedangkan pengujian lanjutan sistem pengukuran disebut selesai pada Minggu (6/9/2026). Cisem II merupakan jaringan transmisi sepanjang sekitar 242 kilometer yang menghubungkan Batang, Jawa Tengah, dengan KHT di Jawa Barat.
Kementerian ESDM menyatakan Cisem II telah dinyatakan siap beroperasi penuh melalui kegiatan uji coba operasi dan integrasi sistem transmisi gas di KHT pada Sabtu (6/6/2026). Pemerintah menunjuk Pertagas sebagai operator ruas tersebut pada April 2026; perusahaan itu juga mengoperasikan Cisem I yang menghubungkan Semarang dan Batang.
Pertagas menyampaikan pada Rabu (8/7/2026) bahwa integrasi Cisem II dapat membantu mengatasi kendala pasokan gas di Jawa Barat dengan memanfaatkan gas dari Jawa Timur. BBG menyatakan jaringan itu memperluas akses pasokan domestik dan memberi fleksibilitas pengangkutan bagi pelanggan industri serta komersial, dengan prioritas pada pelanggan yang sudah ada.