
Internet Bantu Petani Kakao Buol Kembangkan Usaha
7 menit yang lalu
Jeffrey Hendrik menyambut dukungan Taylor terhadap peluang Indonesia bertahan di kategori pasar berkembang.
Terbit · 1 min read

Direktur Utama PT Bursa Efek Indonesia (BEI) Jeffrey Hendrik mengapresiasi dukungan investor senior Chapman Taylor terhadap peluang Indonesia tetap masuk kategori pasar berkembang. Menurut laporan ANTARA, Taylor menilai peluang itu lebih dari 50 persen.
Jeffrey menyampaikan hal tersebut dalam pertemuan dengan media di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, Minggu (1/11/2026).
Jeffrey mengatakan apresiasi investor global terhadap agenda reformasi pasar modal merupakan hal yang diharapkan. Ia menyampaikan bahwa peluang Indonesia bertahan di kategori pasar berkembang berada di atas 50 persen, mengutip penilaian Taylor.
Jeffrey juga berharap dukungan para pemangku kepentingan dapat meningkatkan kepercayaan investor terhadap reformasi yang sedang berjalan. Ia berharap peluang tersebut dapat meningkat melampaui 50 persen.
Sebelumnya, Taylor menyebut peluang Indonesia bertahan di kategori pasar berkembang dalam indeks MSCI berada di atas 50 persen. Menurut laporan yang sama, ia mengaitkan peluang itu dengan koordinasi regulator dan pemerintah yang dinilai semakin solid, komunikasi yang kembali aktif dengan MSCI, serta keseriusan menindak manipulasi pasar.
Taylor juga menyebut pembentukan Komite High Shareholding Concentration (HSC), penguatan sistem pengawasan Nasdaq, dan peningkatan pengawasan pasar sebagai faktor positif. Ia menilai reformasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berada di jalur yang tepat.
ANTARA menyebut Taylor memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun di industri investasi global, khususnya pasar negara berkembang di Asia. Ia pernah menjadi manajer portofolio dan direktur riset di Capital Group, serta kini menjadi anggota Dewan Penasihat Danantara dan perwakilan investor asing dalam Komite HSC BEI.