
Herindra Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar
18 menit yang lalu
Indeks mencakup 69 seri obligasi dan sukuk serta menjadi acuan pemantauan kinerja portofolio berbasis ESG.
Terbit · 1 min read

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) dan PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) meluncurkan Indonesia ESG Bond Index untuk memantau kinerja efek bersifat utang dan sukuk berbasis lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG), menurut laporan ANTARA.
Peluncuran berlangsung pada Jumat (6/11/2026). Direktur Utama PHEI M. Kadhafi Mukrom mengatakan indeks tersebut terdiri atas 69 seri obligasi dan sukuk yang memenuhi kriteria pemeringkatan. Ia menyampaikan keterangan itu saat diwawancarai wartawan di Gedung BEI, Jakarta.
Dari jumlah tersebut, 37 seri masuk kategori biasa dan 32 seri kategori premium.
Menurut Kadhafi, indeks tersebut dapat menjadi tolok ukur untuk menilai kinerja portofolio obligasi dan sukuk berbasis ESG. Kehadirannya juga membuka peluang pengembangan produk investasi berbasis indeks.
Kadhafi menilai prospek pasar obligasi dan sukuk korporasi masih positif hingga 2027. Menurut laporan yang sama, kebutuhan perusahaan akan pendanaan di luar perbankan menjadi salah satu penopang prospek tersebut.
Ia menyebut pertumbuhan frekuensi transaksi sebagai salah satu indikator prospek pasar. Kadhafi juga mengatakan perusahaan masih membutuhkan penerbitan obligasi dan sukuk untuk memenuhi kebutuhan pendanaan, sementara perkembangan imbal hasil dan suku bunga tetap menjadi tantangan.
Direktur PHEI Djoko Saptono menyoroti potensi kenaikan suku bunga bank sentral Amerika Serikat pada akhir tahun yang dapat meningkatkan biaya dana. Meski demikian, ia melihat masih ada pertumbuhan dan peluang karena perusahaan membutuhkan pendanaan, termasuk untuk pembiayaan kembali.
Indonesia ESG Bond Index terdiri atas ID ESG Bond Total Return Index dan ID ESG Bond Clean Price Index. Kedua indeks tersebut dirancang untuk melengkapi acuan investor dalam memantau kinerja portofolio dan mendukung pengembangan produk investasi berbasis indeks.