
Herindra Sebut Penyadapan Prabowo Mengarah ke Makar
13 menit yang lalu
BPDP membina UMKM untuk mengolah komoditas perkebunan dan memperluas nilai tambah ekonomi di desa.
Terbit · 2 min read

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) mendorong hilirisasi komoditas perkebunan melalui usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Menurut laporan ANTARA, Kepala Divisi Umum dan SDM BPDP Adi Sucipto menyampaikan hal itu dalam Indonesia Villages Expo & Forum (INDOVEX) 2026.
Adi menyampaikan pernyataannya dalam keterangan di Jakarta pada Jumat (6/11/2026). Acara INDOVEX 2026 berlangsung di Kota Batu, Jawa Timur.
Menurut Adi, kelapa sawit dapat diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti kerajinan, kosmetik, batik, dan material industri. BPDP mendorong pengembangan ekonomi desa melalui produk UMKM berbasis kelapa sawit.
"Program ini diarahkan untuk menciptakan peluang usaha, memperkuat kapasitas UMKM, memperluas pasar, dan meningkatkan daya saing produk lokal," ujarnya dalam INDOVEX 2026.
Adi mengatakan pengembangan perkebunan perlu mencakup peningkatan kapasitas sumber daya manusia, riset dan inovasi teknologi, pembangunan sarana dan prasarana, promosi, serta pengembangan industri hilir. Pengolahan komoditas menjadi produk olahan, menurutnya, dapat memberi nilai tambah lebih besar daripada perdagangan bahan mentah.
Dalam acara itu, Adi memaparkan enam program BPDP. Program tersebut meliputi peremajaan perkebunan untuk memperbaiki kondisi kebun dan meningkatkan produktivitas, termasuk melalui Program Peremajaan Sawit Rakyat lewat jalur kedinasan maupun kemitraan; penelitian dan pengembangan melalui dukungan pembiayaan riset dan inovasi; serta pengembangan sumber daya manusia melalui pendidikan, pelatihan, penyuluhan, pendampingan, dan peningkatan kapasitas pekebun maupun pelaku usaha.
Tiga program lainnya mencakup pengembangan sarana dan prasarana untuk meningkatkan produktivitas dan efisiensi perkebunan, promosi untuk memperkenalkan produk serta memperluas jaringan dan akses pasar, dan pemenuhan kebutuhan pangan serta bahan bakar nabati sekaligus pengembangan hilirisasi guna mendukung ketahanan pangan dan energi. Menurut laporan yang sama, BPDP menerapkan klasterisasi bagi 86 UMKM mitra di 20 provinsi agar pembinaan disesuaikan dengan kebutuhan dan kesiapan usaha; produknya antara lain helm komposit dan rompi antipeluru berbasis serat sawit, batik dengan malam berbahan sawit, kerajinan dari tempurung dan pelepah kelapa, kosmetik, serta cokelat artisan.
Bidang Media dan Promosi DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Suharno, mengatakan sinergi pemerintah, asosiasi, dunia usaha, dan komunitas UMKM diharapkan memperkuat hilirisasi perkebunan. Ia menyatakan keberhasilan hilirisasi bukan hanya diukur dari pertumbuhan industri pengolahan, tetapi juga dari kemampuan UMKM menciptakan produk inovatif, meningkatkan omzet, memperluas pasar, dan membuka lapangan kerja.