
Jafar/Rinjani Tersingkir di Korea Open 2026
14 menit yang lalu
Pekerja garmen memprotes upah di sekitar Dhaka; bentrokan melukai puluhan orang dan mengganggu sejumlah pabrik.
Terbit · 1 min read

Bentrokan antara pekerja industri garmen dan polisi terjadi saat demonstrasi menuntut upah lebih tinggi di sekitar Dhaka, Bangladesh. Menurut laporan CNBC Indonesia yang mengutip Reuters, puluhan orang, termasuk sejumlah polisi, terluka.
Bentrokan dilaporkan terjadi pada Rabu (4/11/2026) di kawasan industri sekitar Dhaka, termasuk Ashulia dan Gazipur, serta di Mirpur, ibu kota Bangladesh. Para pekerja kembali berunjuk rasa dan berupaya memblokir jalan raya utama.
Laporan yang sama menyebut gejolak telah dimulai sejak Sabtu dan semakin intensif meski pemerintah membentuk dewan pengupahan beranggotakan enam orang. Dewan itu dibentuk untuk meninjau tingkat upah sektor garmen.
Polisi menyatakan telah mengerahkan tambahan pasukan keamanan untuk meredam kerusuhan. Dalam bentrokan, polisi menembakkan gas air mata, sementara para pengunjuk rasa berlarian menghindari asap.
Sejumlah pabrik di Gazipur dan Ashulia kembali menghentikan operasi atau meliburkan pekerja. Sehari sebelumnya, hampir 700 pabrik dilaporkan tutup.
Ketegangan berlangsung saat produsen memasuki puncak musim produksi untuk memenuhi pesanan ekspor musim semi dan musim panas. Industri garmen Bangladesh mempekerjakan sekitar empat juta orang dan memasok merek global, termasuk H&M, Zara, dan Gap.
Menurut laporan yang sama, industri garmen menyumbang lebih dari 80 persen pendapatan ekspor Bangladesh. H&M menyatakan belum ada gangguan berarti pada rantai pasoknya, tetapi perusahaan sedang menilai kemungkinan dampak terhadap produksi dan rantai pasok secara keseluruhan.