
Pemkot Medan Siagakan Damkarmat untuk Banjir
11 menit yang lalu
Tiga kesepakatan strategis mencakup investasi timah, pusat data berbasis kecerdasan buatan, dan perakitan alat berat.
Terbit · 1 min read

Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM mencatat Indonesia menghimpun komitmen investasi sekitar Rp6,3 triliun atau 385,1 juta dolar AS dalam Indonesia Investment Forum (IIF) 2026 di London, Inggris. Menurut laporan ANTARA, komitmen itu dihimpun melalui penandatanganan dan penyampaian tiga kesepakatan strategis.
Keterangan resmi BKPM diterima di Jakarta pada Jumat (6/11/2026), menurut laporan yang sama.
Kesepakatan pertama berupa rencana investasi Titanium Capital di sektor pengolahan timah senilai Rp4,16 triliun atau setara 252,1 juta dolar AS. Kesepakatan kedua adalah pengembangan pusat data berbasis kecerdasan buatan oleh Axelera di KEK Industropolis Batang senilai 50 juta euro atau setara 56 juta dolar AS.
Pengembangan pusat data itu merupakan tindak lanjut pertemuan bisnis kedua pihak pada Trade Expo Indonesia 2026. Kesepakatan ketiga mencakup pemanfaatan lahan kawasan industri untuk fasilitas perakitan alat berat dan suku cadangnya oleh BlackInk Co-operation Limited di Jakarta Industrial Estate Pulogadung, senilai 77 juta dolar AS.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan P. Roeslani mengatakan investor menginginkan kepastian dan proses yang dapat diprediksi. “Ketika memutuskan untuk berinvestasi, saya selalu mengatakan bahwa investor tidak menyukai ketidakpastian. Investor menginginkan kepastian, prediktabilitas, serta proses yang kredibel,” ujarnya.
Rosan mengatakan pemerintah terus berupaya memperbaiki iklim investasi. Ia juga menyatakan kebijakan dan regulasi terus ditinjau serta direvisi untuk memberi kepastian dan prediktabilitas yang lebih baik, sekaligus meningkatkan daya saing Indonesia dalam menarik investasi asing.
IIF 2026 mengangkat tema penguatan investasi yang tangguh melalui rantai pasok yang kokoh dan dihadiri sekitar 100 delegasi dari kalangan industri, perbankan, serta otoritas pemerintah. Forum itu menjadi wadah untuk mempromosikan peluang investasi dan mempertemukan calon investor dengan pemangku kepentingan.
Agenda forum mencakup diskusi tingkat tinggi yang melibatkan pimpinan BKPM, Kementerian Keuangan, dan Bank Indonesia. Kegiatan lainnya adalah pemaparan proyek dari Danantara Indonesia, kawasan ekonomi khusus, dan badan usaha milik negara, serta pertemuan bisnis langsung untuk menjajaki peluang kerja sama investasi.