
KSrelief dan BAZNAS Resmikan Tahap Pertama Bantuan Gempa Flores
10 menit yang lalu
BKPM mendorong pengolahan timah untuk memenuhi kebutuhan industri botol, peralatan, dan elektronik.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan ANTARA, Kementerian Investasi dan Hilirisasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mendorong pengolahan timah di Indonesia berlanjut hingga menjadi senyawa kimia timah. Produk itu ditujukan untuk memasok kebutuhan industri manufaktur, termasuk industri botol.
Deputi Bidang Hilirisasi Investasi Strategis Kementerian Investasi dan Hilirisasi/BKPM Heldy Satrya Putera menyampaikan hal itu di sela-sela Forum Mineral Kritis Multipihak Indonesia 2026 di Jakarta, Kamis (5/11/2026).
Heldy mengatakan senyawa kimia timah dibutuhkan untuk industri botol dan berbagai peralatan yang menggunakan unsur timah.
Dalam paparannya, Heldy menyebut Indonesia menempati posisi kedua sebagai pemilik cadangan timah terbesar di dunia, dengan porsi sekitar 16,3 persen. Ia mendorong pengembangan hilirisasi agar pengolahan tidak berhenti pada timah solder.
Heldy menilai pengembangan hilirisasi timah dapat mendukung tumbuhnya industri elektronik di Indonesia. Ia berharap industri tersebut berkembang pesat karena bahan bakunya tersedia di dalam negeri.
Ia merujuk pada hilirisasi nikel yang telah membentuk ekosistem baterai kendaraan listrik berbasis nikel di Indonesia. “Semua orang bahas nikel, hari ini pun nikel jadi contoh. Saya berharap timah pun bisa menjadi seperti itu,” ujar Heldy.