
KPK Geledah Kantor PT Djarum dan Bea Cukai Kudus
10 menit yang lalu
BNI menyiapkan dana dari kas internal untuk pembelian kembali saham hingga Januari 2027.
Terbit · 1 min read

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyiapkan pembelian kembali saham senilai maksimal Rp547 miliar di tengah kondisi pasar yang bergejolak. Menurut laporan CNBC Indonesia, rencana itu tercantum dalam keterbukaan informasi perseroan.
Pembelian kembali saham dijadwalkan berlangsung pada 28 Oktober 2026 hingga 27 Januari 2027. Transaksi akan dilakukan melalui Bursa Efek, secara bertahap atau sekaligus, dengan penyelesaian paling lambat tiga bulan setelah keterbukaan informasi diterbitkan.
Dalam keterangan manajemen pada Rabu (28/10/2026), BNI menyatakan bahwa pelaksanaannya akan memperhatikan kondisi likuiditas dan permodalan perseroan serta ketentuan perundang-undangan yang berlaku, menurut laporan yang sama.
Dana untuk aksi tersebut bersumber dari kas internal. BNI menyebut transaksi tidak berdampak material terhadap biaya operasional dan memproyeksikan kinerja laba rugi tetap sejalan dengan target perseroan.
BNI menyatakan memiliki modal dan arus kas yang cukup untuk membiayai transaksi bersamaan dengan kegiatan usaha. Perseroan juga berkeyakinan pelaksanaan pembelian kembali saham tidak akan berdampak negatif secara material terhadap kegiatan usaha.
Harga pelaksanaan pembelian kembali saham akan ditetapkan pada tingkat yang dinilai baik dan wajar, dengan memperhatikan POJK 13/2023 serta ketentuan terkait. Laporan yang sama menyebut rencana BNI menyusul langkah sejumlah bank milik negara lainnya.
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) mengumumkan rencana pembelian kembali saham tahap II senilai maksimal Rp1 triliun hingga 21 Januari 2027. Sebelumnya, pemegang saham BRI menyetujui pembelian kembali saham maksimal Rp3 triliun dalam RUPST pada 24 Maret 2025.
Pada 2026, BRI juga mengalokasikan maksimal Rp500 miliar untuk pembelian kembali saham tahap I yang berlangsung pada 12 Juni hingga 11 September 2026. Sementara itu, PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BRIS) menyiapkan pembelian kembali saham maksimal Rp500 miliar menggunakan kas internal.