
Sopian, Kucing Populer di Stasiun Gondangdia
13 menit yang lalu
Bahasa Jawa mencatat persentase tertinggi dalam penggunaan bahasa daerah di keluarga dan lingkungan masyarakat.
Terbit · 1 min read

Menurut laporan CNN Indonesia, bahasa Jawa menjadi bahasa daerah dengan persentase penutur tertinggi di Indonesia. Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahasa Sunda berada di urutan kedua, disusul bahasa Melayu.
Angka tersebut berasal dari publikasi Profil Suku dan Keragaman Bahasa Daerah Hasil Long Form Sensus Penduduk 2020. BPS membandingkan penggunaan bahasa daerah oleh penduduk berusia lima tahun ke atas di lingkungan keluarga dan tetangga atau masyarakat.
Bahasa Jawa digunakan oleh 42,12 persen responden di lingkungan keluarga dan 42,19 persen di lingkungan tetangga atau masyarakat. Persentase bahasa Sunda masing-masing mencapai 18,40 persen dan 18,68 persen.
Bahasa Melayu berada di urutan berikutnya dengan persentase 4,75 persen di lingkungan keluarga dan 4,96 persen di lingkungan masyarakat. Bahasa Madura mencatat 4,74 persen dan 4,77 persen pada kedua lingkungan tersebut.
Bahasa Minangkabau memiliki persentase 2,59 persen di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Bahasa Batak tercatat 2,19 persen di lingkungan keluarga dan 2,01 persen di lingkungan masyarakat.
Menurut laporan yang sama, persentase bahasa Banjar mencapai 2,17 persen di lingkungan keluarga dan 2,20 persen di lingkungan masyarakat. Bahasa Bali mencatat 2,13 persen dan 2,09 persen.
Bahasa Bugis berada di urutan kesembilan dengan persentase 1,89 persen di lingkungan keluarga dan 1,75 persen di lingkungan masyarakat. Bahasa Sasak melengkapi sepuluh besar dengan persentase 1,75 persen dan 1,79 persen.
Laporan itu mengaitkan tingginya persentase bahasa Jawa dengan besarnya proporsi penduduk suku Jawa serta penggunaan bahasa tersebut dalam komunikasi keluarga dan masyarakat sekitar. Data tersebut menggambarkan penggunaan bahasa daerah dalam dua lingkungan, bukan ukuran penting atau tidaknya suatu bahasa.