
BWH Hotels Satukan Portofolio di Bawah WorldHotels
12 menit yang lalu
BSI menargetkan aset Rp1.000 triliun dan 40 juta nasabah pada 2030 untuk mengejar posisi lima besar dunia.
Terbit · 1 min read

PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk. (BSI) menargetkan masuk lima besar bank syariah dunia pada 2030. Menurut laporan CNBC Indonesia, Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyebut target itu didorong keinginan agar Indonesia memiliki bank syariah yang mampu bersaing di tingkat global.
Anggoro menyampaikan hal tersebut dalam acara CEO Lecture di Perbanas Institute pada 28 Oktober 2026. Dalam paparannya, ia menyebut BSI berada di peringkat ke-10 berdasarkan kapitalisasi pasar per Mei 2026, dengan nilai Rp91 triliun.
Angka itu berbeda dari posisi ke-12 yang disebut sebagai peringkat BSI saat ini dalam laporan tersebut. Anggoro mengatakan BSI ingin melampaui target 10 besar dan mencapai posisi lima besar.
Untuk 2030, BSI membidik total aset Rp1.000 triliun, tingkat pengembalian ekuitas atau ROE sebesar 25 persen, serta 40 juta nasabah. Anggoro menilai target itu dapat dikejar karena potensi industri syariah Indonesia besar.
Ia menyebut jumlah penduduk muslim Indonesia mencapai 230 juta orang, dengan 70 persen di antaranya berada pada usia produktif. Menurut Anggoro, kelompok tersebut memiliki daya beli.
Namun, penetrasi ekonomi syariah di Indonesia saat ini baru 7 persen. Anggoro menilai angka itu menunjukkan ruang pertumbuhan dan potensi bisnis yang masih luas.
Anggoro menyebut rendahnya literasi dan inklusi ekonomi syariah sebagai penyebab penetrasi yang masih terbatas. Ia juga mengatakan jumlah kantor cabang perbankan syariah sekitar sepersepuluh dari total 25.000 cabang perbankan konvensional.
Karena itu, Anggoro menekankan pentingnya digitalisasi bagi perbankan syariah untuk bersaing dan memperluas penetrasi, literasi, serta inklusi. Ia mengatakan aplikasi seluler merupakan kebutuhan untuk mendukung upaya tersebut.