
Rupiah Dibuka Melemah ke Rp18.139 per Dolar AS
10 menit yang lalu
Kospi memimpin penguatan bursa Asia, sementara investor mencermati laporan keuangan dan kebijakan The Fed.
Terbit · 1 min read

Bursa saham Asia bergerak mayoritas menguat pada perdagangan Selasa (27/10/2026), dipimpin Kospi Korea Selatan dan mengikuti penguatan Wall Street. Menurut laporan CNBC Indonesia, saham teknologi menjadi salah satu pendorong utama kenaikan tersebut.
Nikkei 225 Jepang naik 1,7% dan Topix menguat 0,4%. Kospi melonjak 3,8% dan Kosdaq naik 2,9%, sedangkan indeks S&P/ASX 200 Australia melemah 0,32%.
Pada perdagangan sebelumnya di Amerika Serikat, Dow Jones Industrial Average naik 146,42 poin atau 0,3%, S&P 500 menguat 0,7%, dan Nasdaq Composite naik 0,8%. Saham teknologi mencatat kinerja lebih baik dibandingkan pasar secara keseluruhan.
Laporan yang sama menyebut pengajuan dokumen oleh perusahaan kecerdasan buatan Anthropic untuk melantai di Nasdaq turut mendorong perdagangan saham teknologi. Jika terlaksana, pencatatan itu akan menjadi salah satu penawaran umum perdana besar di sektor teknologi pada 2026, setelah pencatatan saham SpaceX pada Juni.
Sejumlah saham teknologi besar juga menguat pada Senin waktu setempat. Tesla naik lebih dari 5%, Nvidia menguat 2%, sementara Microsoft dan Amazon ditutup di zona positif.
Kenaikan tersebut berlangsung setelah kekhawatiran investor terhadap utang perusahaan untuk membiayai infrastruktur dan ekspansi bisnis kecerdasan buatan membayangi saham bertema teknologi. Pelaku pasar juga menantikan laporan keuangan kuartal ketiga 2026 yang dirilis sepanjang pekan.
Coca-Cola, Robinhood, dan Boeing dijadwalkan mengumumkan kinerja pada Selasa, sedangkan Microsoft, Alphabet, dan Amazon dijadwalkan merilis laporan pada akhir pekan. Investor juga memantau pertemuan kebijakan moneter Federal Reserve yang dimulai pekan ini; bank sentral AS itu diperkirakan mempertahankan suku bunga acuannya.
Thomas Block, ahli strategi kebijakan Washington di Fundstrat, mengatakan keputusan suku bunga tetap perlu dicermati, termasuk hasil pemungutan suara pejabat Federal Reserve setelah perbedaan pandangan dalam dua pertemuan sebelumnya. Investor juga menunggu data pesanan barang tahan lama, kepercayaan konsumen, dan penjualan rumah baru di AS yang dapat memengaruhi ekspektasi kebijakan moneter.