
Polres Jakpus Santuni 48 Anak Yatim Piatu
14 menit yang lalu
Arnab bergerak menjauhi Indonesia dan diperkirakan melintasi pesisir Andhra Pradesh pada 28 Oktober.
Terbit · 1 min read

Bibit Siklon Tropis 98B berkembang menjadi Siklon Tropis Arnab dan kini bergerak menjauhi Indonesia. Menurut laporan CNNIndonesia.com yang mengutip analisis BMKG dan informasi Departemen Meteorologi India (IMD), sistem tersebut diperkirakan melintasi pesisir Andhra Pradesh, India.
BMKG menyebut Arnab mencapai intensitas siklon tropis pada Senin (26/10/2026) pukul 07.00 WIB, di luar wilayah pemantauan TCWC Jakarta. Dalam analisis BMKG, siklon itu memiliki tekanan 992 hPa dan kecepatan angin maksimum 55 knot.
IMD melaporkan Arnab telah menguat menjadi badai siklon sangat parah di bagian barat-tengah Teluk Benggala. Dalam buletin nasional ke-14 pada Selasa (27/10/2026), IMD menyebut badai bergerak ke barat-barat laut dengan kecepatan 23 kilometer per jam selama enam jam sebelumnya.
Pada Selasa (27/10/2026) pukul 01.00 WIB, pusat siklon berada di sekitar 15,9 derajat Lintang Utara dan 86,0 derajat Bujur Timur. Posisi itu sekitar 400 kilometer di selatan-tenggara Gopalpur dan 350 kilometer di tenggara Visakhapatnam.
Pusat badai juga berada sekitar 420 kilometer di timur-tenggara Kakinada, 520 kilometer di timur Machilipatnam, dan 590 kilometer di timur Bapatla, yang berada di Andhra Pradesh. Menurut laporan yang sama, jaraknya sekitar 870 kilometer di barat-barat laut Sri Vijaya Puram di Kepulauan Andaman.
IMD memperkirakan Arnab bergerak ke barat-barat laut hingga Selasa (27/10/2026) malam, lalu berbelok ke barat laut. Siklon itu diprediksi melintasi pesisir Andhra Pradesh dan Yanam, di antara Bapatla dan Visakhapatnam dekat Yanam, pada Rabu (28/10/2026) menjelang siang waktu setempat.
Saat mencapai daratan, Arnab diperkirakan masih berstatus badai siklon sangat parah. Kecepatan angin berkelanjutan maksimum diprakirakan 115–125 kilometer per jam, dengan embusan hingga 140 kilometer per jam.
Otoritas meteorologi India mengeluarkan peringatan tingkat merah untuk wilayah pesisir Andhra Pradesh dan Odisha Selatan yang berdekatan dengan jalur badai. Perkiraan lintasan dan kekuatan tersebut merujuk pada informasi IMD yang dikutip dalam laporan CNNIndonesia.com.