
Bibit 98B Berkembang Menjadi Siklon Arnab
15 menit yang lalu
Kane meniti karier dari klub-klub pinjaman hingga menjadi andalan Bayern Munchen dan timnas Inggris.
Terbit · 2 min read

Harry Kane meraih Ballon d'Or 2026 setelah menorehkan catatan gol bersama Bayern Munchen dan timnas Inggris. Menurut laporan CNNIndonesia.com, pencapaian itu mengikuti perjalanan kariernya dari klub-klub pinjaman hingga menjadi pemain andalan.
Kane lahir di London pada 28 Juli 1993 dan memulai perjalanan sepak bola di akademi Ridgeway Rovers pada 1999. Ia kemudian sempat bergabung dengan akademi Arsenal pada 2001, kembali ke Ridgeway Rovers pada 2002, lalu pindah ke Watford pada 2004.
Pada tahun yang sama, Kane masuk akademi Tottenham Hotspur dan bertahan hingga 2010. Setelah itu, ia menjalani masa peminjaman di sejumlah klub.
Pada 2011, Kane dipinjamkan ke Leyton Orient selama lima bulan, sebelum bergabung dengan Millwall di Championship pada awal 2012. Norwich City meminjamnya pada Agustus 2012 untuk mengarungi musim Premier League 2012/2013; ia tampil lima kali tanpa mencetak gol.
Tottenham kemudian mengalihkan Kane ke Leicester City pada awal 2013. Menurut laporan yang sama, ia mencetak dua gol dalam 15 penampilan di klub tersebut sebelum kembali ke Spurs menjelang musim 2013/2014.
Pelatih Andre Villas-Boas memberinya kesempatan mengisi posisi penyerang tengah. Kane mencetak 12 gol dan menyumbang tujuh assist dalam 27 penampilan di semua kompetisi pada musim itu, meski Villas-Boas hanya menangani Spurs selama setengah musim.
Kane bertahan di Tottenham selama 10 musim, dengan catatan 280 gol dan 63 assist dalam 435 penampilan. Ia kemudian pindah ke Bayern Munchen dan, menurut laporan yang sama, telah mencetak 156 gol dalam 159 pertandingan serta meraih dua gelar Bundesliga, satu DFB Pokal, dua Piala Super Jerman, dan dua Sepatu Emas Eropa.
Di timnas Inggris, Kane menjalani debut pada 2015 dan menjadi kapten sejak 2018. Ia mencatat 91 gol dalam 125 penampilan; pada musim 2025/2026, ia mencetak 73 gol dalam 65 pertandingan bersama Bayern dan Inggris, termasuk di Piala Dunia 2026. Catatan gol dan prestasi tersebut, menurut laporan yang sama, menjadi faktor utama di balik keberhasilannya meraih Ballon d'Or.