
Karangetang Meletus Tiga Kali, Status Waspada
10 menit yang lalu
Dony Oskaria menyatakan larangan penggunaan patwal dan ajudan berlebihan merupakan bagian dari penyederhanaan budaya perusahaan BUMN.
Terbit · 1 min read

COO BPI Danantara Indonesia Dony Oskaria melarang petinggi BUMN menggunakan pengawalan khusus atau patwal dan memiliki terlalu banyak ajudan. Menurut laporan CNN Indonesia, kebijakan tersebut merupakan bagian dari perombakan budaya perusahaan BUMN agar lebih sederhana.
Dony menyampaikan larangan itu di sela acara Danantara Technology Innovation Investment Forum 2026 di Jakarta, Senin (26/10/2026).
“Kalau kita lihat sekarang BUMN sudah mulai kurang tuh ajudan-ajudan yang berlebihan, patwal-patwal. Kita sudah mengeluarkan larangan tidak boleh lagi pakai itu,” ujar Dony.
Selain mengatur pengawalan dan jumlah ajudan, Dony mengatakan aturan juga mencakup fasilitas kedinasan, termasuk kelas penerbangan yang dapat digunakan. “Saya mengeluarkan itu aturan mana yang boleh, mana yang enggak, termasuk juga penerbangan mesti seperti apa, sampai kepada ajudan, sampai kepada patwal,” ujarnya.
Dony mengingatkan bahwa pegawai BUMN pada dasarnya merupakan pegawai pemerintah. Menurut dia, jabatan kepemimpinan di BUMN bukan sesuatu yang seharusnya dibanggakan atau dinikmati dengan fasilitas mewah secara berlebihan.
Ia mengatakan Danantara menginginkan manajemen BUMN bekerja secara profesional. “Kita maunya seluruh manajemen BUMN itu nanti ya betul-betul profesional,” ujar Dony.
Dalam kesempatan yang sama, Dony menyebut jumlah BUMN terus berkurang seiring transformasi yang dilakukan Danantara. Menurut laporan yang sama, selama 18 bulan terakhir Danantara menjalankan konsolidasi, merger, divestasi, dan likuidasi.
Menurut laporan yang sama, Danantara telah menutup 364 perusahaan berskala kecil yang merugi dalam kurun 18 bulan. Penutupan hingga akhir tahun ini ditargetkan mencapai 750 perusahaan.